Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»30% Mahasiswa Unimor Tak Paham HIV/AIDS
HEADLINE

30% Mahasiswa Unimor Tak Paham HIV/AIDS

By Redaksi7 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris KPAD TTU,Dr.Reni Usfinit sementara membawakan materia terkait HIV/AIDS di hadapan mahasiswa Unimor. (Foto: Eman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Sebanyak 30% Mahasiswa Universitas Negeri Timor (Unimor), hingga saat ini belum memahami bahaya dan dampak jangka panjang Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Hal tersebut disampaikan sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dr.Reni Usfinit saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan hari AIDS sedunia, yang digelar di Gedung Studio Centre Unimor Kamis (07/12/2017).

Ketaktahuan mahasiswa tersebut menurut Reni dapat berpotensi buruk bagi kalangan akademisi tersebut, untuk terkena virus dan penyakit mematikan itu.

“Dari mahasiswa yang datang ikut kegiatan hari AIDS sedunia yang kita gelar sejak tanggal 05 Desember lalu, sebanyak 30 % yang datang tidak memahami tentang HIV/AIDS itu sendiri,” Ungkap Reni.

Reni menjelaskan, tujuan dari diadakannya hari Aids sedunia di Kampus Unimor agar para mahasiswa sebagai kaum muda, dapat lebih memahami bahaya HIV/AIDS.

Hal itu lanjut dia, agar para mahasiswa sebagai kaum muda dapat menghindari penyakit tersebut dan dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang HIV/AIDS itu sendiri.

Lebih lanjut Reni katakan bahwa sesuai dengan data yang dimilikinya, ada sejumlah Mahasiswa Unimor yang saat ini teridentifikasi mengidap penyakit tersebut.

Namun dirinya enggan menyebut angka pastinya lantaran hal tersebut bersifat rahasia.

Sementara itu, Yerona Nemo salah seorang mahasiswi Unimor saat dimintai tanggapannya berharap, kedepannya kegiatan serupa terus diadakan.

Hal itu menurutnya, agar kaum muda khususnya mahasiswa dapat terhindar dari serangan virus yang hingga kini belum menemukan obat penawarnya.

“Kalau tidak memahami tentang HIV/AIDS itu sendiri, maka bisa saja terkena. Maka saya harap kegiatan seperti ini bisa terus digelar kedepannya,” harap mahasiswi Prodi Bahasa Inggris Unimor tersebut.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleKPA Ende Gelar Tes HIV Pekerja Pub
Next Article Ini Penjelasan dr. Yupiter dan Ani Otu Terkait Pesien Yandri Mbatu

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026

Bantuan Bencana: Dari Sembako Ke Masa Depan Anak

8 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.