Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»FGD Panwaslu Ende: Banyak ASN yang Lakukan Kampanye Hitam di Medsos
Pilkada

FGD Panwaslu Ende: Banyak ASN yang Lakukan Kampanye Hitam di Medsos

By Redaksi13 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi stop kampanye hitam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kampanye hitam lewat media sosial (medsos) dipastikan marak pada pemilukada serentak Tahun 2018.

Selain oleh masyarakat sipil, Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga turut berperan dalam kampanye paket tertentu.

Hal ini menjadi bahasan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) oleh Panwaslu Kabupaten Ende, NTT, Rabu (13/12/2017).

Blasius A. Rinda, mewakili Partai Demokrat menilai, kampanye hitam di medsos akan kian menggila dengan maraknya pengguna ponsel pintar pada kalangan masyarakat.

Ia pun mempertanyakan peran pengawas pemilu dalam penanganan pelanggaran pada medsos.

“Saya mau tantang, apakah panwas bekerja secara independen. Tidak perlu jawab karena ini adalah tantangan kerja panwas,”kata Blasius.

Ia kemudian membocorkan sejumlah aparatur yang melakukan kampanye di media sosial lokal grup facebook pada “Forum Gare Bego Menuju Ende Lio Sare Pawe”.

“Banyak ASN, banyak PNS, banyak Sekretaris Desa yang PNS terlibat (kampanye, red) di media sosial,”katanya lantas enggan menyebutkan nama akun dimaksud.

Blasius menyarankan agar pengawas membentuk cyber untuk mendeteksi kampanye hitam terutama oleh sejumlah ASN.

Sementara mewakili awak media, Wily Sumardi, menyebutkan bahwa ada sejumlah ASN yang menggunakan kendaraan dinas untuk melakukan kampanye paket tertentu.

Ia berharap kerja ekstra pengawas untuk mencegah pelanggaran ini.

“Kalau ASN pergi kampanye pasti menggunakan kendaraan dinas. Ini yang perlu diawasi,” kata Willy, wartawan RRI Ende.

Ketua Panwaslu Ende, Ester Saga Joka berharap kerja sama dari semua pihak untuk mengawasi pemilihan umum nanti.

“Kami harap partisipasi kita semua yang hadir untuk mengawasi ini,” katanya.

“Untuk masukan dan saran kita akomodir, tapi kami tetap berharap partisipasi kita semua,” tambah Ester.

 
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleKasat Aldo Terjaring OTT, Propam Polda Melunak
Next Article Polda NTT Didesak Bersihkan Perilaku Suap dan Peras di Tubuh Polisi

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.