Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Bahas Pengawasan Partisipatif, Panwaskab Manggarai Gelar FGD
Pilkada

Bahas Pengawasan Partisipatif, Panwaskab Manggarai Gelar FGD

By Redaksi29 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Situasi FGD Panwaskab Manggarai di Hotel Revayah-Ruteng, Jumat (29/12/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Panwas Kabupaten Manggarai menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Revayah-Ruteng, Jumat (29/12/2017).

FGD itu bertema Pengawasan Partisipatif Masyarakat: Bersama Rakyat Awasi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Tema tersebut dikupas oleh dua narasumber, yakni Direktur Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng, Pastor Martin Chen dan Kaban Kesbangpolinmas Kabupaten Manggarai, Ansel Asfal.

Mengawali FGD itu, Ketua Panwaskab Manggarai, Marselina Lorensia mengatakan kegiatan itu dibuat untuk mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi semua tahapan pilkada 2018 dan pemilu 2019.

“Karena tanpa partisipasi masyarakat, kerja-kerja pengawasan tidak akan maksimal,” ujarnya.

Senada dengan Lorensia, Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga, Herybertus Harun menjelaskan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu kesuksesan pengawasan pemilu.

“Kerja-kerja pemilu tidak akan sukses tanpa keterlibatan masyarakat. Awal 2018 ini kita masuk dalam pemuktahiran data dan kita awasi tahapan per tahapan. Tentu tanggung jawab pengawasan tahapan ini tidak bisa disandarkan pada 3 orang komisioner, tapi membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat,” tegasnya.

“Selama ini kami sudah mengajak beberapa kelompok, seperti kelompok media, pemuda dan masih banyak lagi. Kami masukan kelompok tersebut dalam sebuah wadah yang namanya sahabat Bawaslu. Selanjutnya, kami gandeng mereka untuk awasi penyelenggaraan pemilu,” jelasnya.

Sahabat Bawaslu tersebut, kata Harun, sangat diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam kegiatan pengawasan, sehingga pilkada 2018 dan pemilu 2019 semakin berkualitas.

“Masyarakat sangat diharapkan memiliki kontribusi dalam pengawasan. Untuk bisa berkontribusi, masyarakat tentunya harus memiliki ilmu dasar pengawasan sehingga bisa mengawasi dengan baik,” tegasnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleInstitusi Gereja Perlu Berpolitik
Next Article Pembangunan Kantor Baru Dinkes TTU Terancam Mangkrak

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.