Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Tahun 2018, Dana Desa Gero Dhere Naik Jadi Rp 1,6 Miliar
VOX DESA

Tahun 2018, Dana Desa Gero Dhere Naik Jadi Rp 1,6 Miliar

By Redaksi2 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Dana Desa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Tahun anggaran 2018, Dana Desa Gero Dhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo mendapatkan alokasi anggaran senilai Rp 1. 611.283.000.

Anggaran tersebut naik dari alokasi anggaran di tahun 2017 lalu.‎

Kepala Desa Gero Dhere, Selestinus Nuga yang ditemui wartawan belum lama ini, mengatakan alokasi anggaran Dana Desa tahun 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.‎

Penambahan anggaran Dana Desa itu kata dia, akan kembali meningkatkan pembangunan, baik infrastruktur, peningkatan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan kesehatan yang ada di Desa Gero Dhere.

Salestinus menjelaskan, Dana Desa tahun 2018 telah dialokasikan di masing-masing bidang pekerjaan yang telah diusulkan oleh masyarakat yang dilakukan sejak musyawarah dusun hingga masyawarah‎ desa.

Dari hasil usulan masyarakat tersebut terdapat beberapa bidang kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain, pembukaan jalan tani, peningkatan jalan tani, jalan lingkungan, pelatihan mebeler, pelatihan tenun ikat ,dan beberapa kegiatan lainnya.

Ditambahkannya, dana tersebut akan digunakan ke beberapa program pada tahun sebelumnya dan ada yang baru diusulkan. ‎

Program kerja yang baru diusulkan antara lain pembukaan lahan pertanian baru. Namun program tersebut masih akan kembali dibahas di tingkat desa. Hal itu dikarenakan ketersedian lahan pertanian belum mengetahui lokasi sebenarnya.

Salestinus menjelaskan, dari berbagai usulan program kerja tersebut akan kembali dibahas di tingkatkan kecamatan dalam musyawarah rencana pembangunan kecamatan.

Pada musyawarah tingkat kecamatan akan kembali dilihat program mana yang sangat membutuhkan oleh masyarakat di desa tersebut atau yang dikenal dengan program prioritas satu atau PI.

Dirinya menyampaikan bahwa sejumlah program yang telah diusulkan, tentu akan melihat dengan besarnya nilai alokasi anggaran yang diberikan oleh pemerintah.‎

Apabila terdapat beberapa program kerja yang diusulkan belum bisa dikerjakan, maka harus dimaklumkan karena anggaran belum mencukupi.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleBanyak Warga Nagekeo Belum Miliki e-KTP
Next Article Tiga Bulan, Tumpukan Sampah di Terminal Kota Mbay Tak Kunjung Dibersihkan

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.