Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tingkatkan Pemahaman Keuangan, OJK NTT Gelar Literasi Keuangan
NTT NEWS

Tingkatkan Pemahaman Keuangan, OJK NTT Gelar Literasi Keuangan

By Redaksi2 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pimpinan OJK Propinsi NTT saat pose bersama Bupati Belu dalam kegiatan Edukasi Keuangan di Atambua (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT– Berdasarkan hasil survey nasional, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya sekitar 21,8 persen yang berarti dari setiap 100 penduduk hanya sekitar 22 orang yang termasuk katergori well literate. 

Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dari 21,8% di tahun 2013 dan meningkat 29,7% di tahun 2016.

Hal ini diungkapkan kepala Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Provinsi NTT, I Wayan Sandyana dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi masyarakat di perbatasan yang digelar Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Republik Indonesia dan OJK Provinsi NTT di Aula Hotel Matahari Atambua, Kamis (01/02/2018).

Walaupun mengalami peningkatan, lanjut Wayan, masyarakat Indonesia ditengarai belum sepenuhnya memiliki pengetahun yang cukup mengenai bagaimana mengoptimalkan uang untuk kegiatan yang produktif.

“Masyarakat juga belum memahami dengan baik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal dan lebih tertarik pada tawaran-tawaran investasi lain yang berpotensi merugikan mereka,” ujar Wayan.

Dilihat dari indeks literasi keuangan masyarakat untuk seluruh provinsi di wilayah Indonesia, Provinsi NTT memiliki indeks literasi keuangan di bawah rata-rata nasional yaitu sebesar 28%.

“Kondisi ini mencerminkan bahwa pengetahuan masyarakat NTT mengenai keuangan belum merata dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wayan meminta agar  lembaga keuangan yang ada di NTT ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Sesuai kerangka pemerataan pertumbuhan ekonomi pemerintaha, pertumbuhan yang merata hanya akan dicapai jika NTT dapat tumbuh hingga setara dengan daerah lainnya,” pungkasnya.

Terpisah Sondang Marta Samosir, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan mengatakan, edukasi yang diselenggarakan agar pemahaman masyarakat terkait keuangan bisa ditingkatkan.

Alasan dilakukannya edukasi bagi masyarakat perbatasan karena masyarakat masih jauh dari pusat informasi.

“Artinya literasi adalah dia (masyarakat) paham dengan produk keuangan, mengerti, kemudian untuk inkluisinya ada aksesnya yang ada”, jelas Sondang.

Terkait dengan literasi, Sondang mengatakanan bahwa masyarakat NTT mempunyai tingkat literasi sebesar 28% kemudian tingkat inkulisnya 62,2% dan literasi syariah 0,0% dan untuk inklusi syariah 5,8%.

Diharapkan melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan masyarakat tahu dan paham apa itu OJK, bagaimana supaya tidak masuk dalam investasi ilegal. Selain itu, peserta bisa menjadi sumber informasi kepada  sesama dan bisa mengajak anak-anak agar menumbuhkan semangat untuk menabung.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleSekda TTU: Masyarakat Jangan Takut Laporkan ASN yang Terlibat Politik Praktis
Next Article Paket Merpati Akan Kembangkan Tempat Pariwisata Air Panas Rana Masak

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.