Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Desa Rana Mbeling Butuh Listrik
NTT NEWS

Warga Desa Rana Mbeling Butuh Listrik

By Redaksi3 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Matim Lucius Modo saat bersama warga Nanga Mbeling (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Media ini berkesempatan mengunjungi Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jumat (02/03/2017).

VoxNtt.com mengunjungi desa itu bersama Ketua DPRD Matim Lucius Modo bersama rekannya Ambrorius Don dan tiba tepat pukul 22.00 Wita dari Borong, ibu kota kabupaten itu.

Sesampai di Desa Rana Mbeling situasi tampak gelap gulita dan sunyi. Desa yang terdiri dari tujuh anak kampung itu nyaris tanpa cahaya.

Ngusu, sebuah kampung pertama di Desa Rana Mbeling yang kami kunjungi, tepatnya di rumah milik Adolfus Agul.

Adolfus Agul, tuan rumah sambil berdiskusi dengan Ketua DPRD Matim Lucius Modo menceritakan kondisi yang ada di Desa Rana Mbeling.

Dia menyampaikan kerinduannya akan listrik PLN memasuki desa itu.

“Beginilah kondisi kami di sini pak. Listrik belum ada ini, kita begini saja. Penerangan hanya andalkan lampu tenaga surya. Ada juga yang pakai genset dan lampu pelita,” keluh Adol.

Adol menambahkan, Desa Rana Mbeling memiliki 7 anak kampung antara lain: Ngusu, Manus, Jere, Lado, Tango, Ladok, dan Pam. Total penduduk desa itu diperkirakan ribuan jiwa.

“Seluruhnya belum ada listrik. Kami sangat merindukan penerangan pak,” sahutnya.

Dia juga membeberkan, di desa itu ada SMPN 3 Kota Komba dan SMAN 3 Kota Komba, dan puskesmas.

Menurutnya, fasilitas itu tentunya sangat membutuhkan listrik untuk melancarkan semua kegiatan.

Menanggapi keluhan itu, Lucius Modo mengatakan, tahun 2019 listrik PLN dipastikan masuk ke desa-desa.

“Kita harap bsrsabar. Sekarang listrik pelan-pelan memasuki desa. Pemerintahan Jokowi punya program listrik masuk desa. Sekitar 2019 semua desa diterangi listrik,” jelas Luko.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleAndre Garu Beri Bantuan untuk Keluarga Miskin di Matim
Next Article Ingin Berselfie di Labuan Bajo? Datanglah ke La Cecile Hotel & Cafe

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.