Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ende dan Maumere Berpeluang Jadi Lokasi Pembangunan Markas Korem
NTT NEWS

Ende dan Maumere Berpeluang Jadi Lokasi Pembangunan Markas Korem

By Redaksi22 Maret 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Ende dan Maumere kemungkinan akan menjadi lokasi pembangunan Markas Komando Resort Militer (Korem) baru untuk wilayah Flores-Lembata-Alor.

Rencana pembangunan Korem yang merupakan pemekaran dari Korem 161 Wira Sakti Kupang tersebut telah ditindaklanjuti dengan pemantauan lokasi oleh utusan Kementerian Pertahanan pada Selasa, 20 Maret 2018, di Maumere dan Ende.

Di Sikka, kawasan yang disurvei terletak di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda.

“Kalau di Sikka tidak jadi maka akan dibangun di Ende karena Bupatinya antusias soal rencana pembangunan Korem,” terang Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin.

Luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih 20 hektare. Khusus di Maumere lahan 20 hektare tersebut bukan berasal dari tanah milik masyarakat melainkan tanah milik pemerintah yang pada masa lalu telah dihibahkan sebagai Daerah Transmigrasi.

Salah satu alasan mendasar pembangunan Korem untuk kepentingan pertahanan keamanan.

Menurut Sugeng keberadaan Korem dapat memudahkan mobilisasi pasukan bila sewaktu-waktu terdapat ancaman keamanan dari selatan.

Meskipun demikian, Sugeng mengaku TNI menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Kalau masyarakat bersedia maka pembangunan Korem bisa dilaksanakan.

“Kalau ada Korem akan ada tambahan personel, ada pembangunan infrastruktur, daerah-daerah sekitar bisa hidup ekonominya karena prajurit pasti harus belanja sembako dan sebagainya,” tegas Sugeng.

 

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleSeorang Pria Tewas Gantung Diri di Kisol Matim
Next Article Kronologis Penemuan Jasad Anggalus

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.