Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sebagian Besar Penduduk Ngada Belum Daftar BPJS
KESEHATAN

Sebagian Besar Penduduk Ngada Belum Daftar BPJS

By Redaksi27 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Logo BPJS Kesehatan (Foto: Net)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Kepala Kantor BPJS Kabupaten Ngada Tri Maryati mengatakan, sebagai besar penduduk di kabupaten itu belum terdaftar di BPJS.

Hal tersebut disampaikan Maryati saat menggelar sosialisasi terkait kehadiran BPJS di Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat, belum lama ini.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang warga Benteng Tawa Raya dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Benteng Tawa 1, Joseph Panas Lewa.

Maryati dalam kesempatan tersebut membeberkan, jumlah peserta JKN-KIS di Ngada hingga saat ini sebanyak 78.981 dari total penduduk 167.179 atau baru sekitar 47,24 persen.

Sedangkan penduduk yang belum mendaftar sebagai anggota BPJS sebanyak 88.198 atau sekitar 52,76 persen.

Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Ngada belum terkover dalam BPJS.

Di Kecamatan Riung Barat, menurut Maryati, baru tercatat 34 orang yang mengikuti program BPJS kesehatan. Namun hingga kini masih menunggak iuran sekitar  9 juta rupiah lebih.

Sementara di Desa Benteng Tawa sendiri baru lima orang yang mengikuti program BPJS Kesehatan dan semuanya masih menunggak hingga 1,8 juta rupiah.

Dia menjelaskan, BPJS adalah badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Melalui program JKN-KIS, BPJS kesehatan diharapkan dapat diikuti oleh penduduk Indonesia yang ditargetkan pada Januari 2019 sudah daftar secara nasional.

Ke depannya, keanggotaan BPJS Kesehatan akan terintegritasi dengan layanan lainnya.

Menurut Maryati, jika Januari 2019 ditargetkan penduduk Indonesia terkover dalam program JKN-KIS, maka hanya tinggal enam bulan ke depan untuk melakukan sosialisasi BPJS kesehatan.

Karena itu, pihak BPJS melakukan kerja sama dengan semua stakeholder dan pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi.

Saat ini, lanjut Maryati, masyarakat belum merasakan pentingnya BPJS. Sehingga ada kegiatan sosialisasi dari BPJS jarang diikuti masayarakat.

Masyarakat akan merasakan pentingnya BPJS ketika ada keluarga atau dirinya sendiri yang jatuh sakit.

Sebab itu, terkait dengan upaya edukasi kepada masyarakat, pihak BPJS akan terus melakukan sosialisasi dan penyadaran akan pentingnya bergabung bersama BPJS dalam bantuan layanan kesehatan.

Dia juga meminta kepada orang yang sudah mengikuti program ini harus ditingkatkan kesadarannya untuk membayar iuran. Sehingga tidak meyulitkan dalam layanan kesehatan karena menunggak.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticleBanyak Deker Jebol, Warga: Tunggu Banyak Korban Baru Pemda Matim Buka Mata
Next Article Warga Helung Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi yang Dibawa Anjing

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.