Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ahli Waris Usif Manufui Tolak Pembangunan Bandara Boking
NTT NEWS

Ahli Waris Usif Manufui Tolak Pembangunan Bandara Boking

By Redaksi8 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yunus Benu, salah seorang pewaris Usif Manufui Aprianus (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Salah seorang ahli waris Usif Manufui Aprianus bernama Yunus Benu menolak rencana pembangunan Bandar Udara Boking di Kecamatan Boking, Kabupaten TTS.

Beberapa waktu memang sudah disepakati penyerahan tanah untuk dijadikan landasan pacu pesawat terbang di Boking.

Menurut Yunus dirinya kembali menolak pembangunan Bandara Boking dengan alasan sebelum tanah diserahkan tidak ada pertemuan antara Usif Manufui dengan para Amaf Manufui dari Pioseki Tasi dan Noem Noe.

“Saya sebagai ahli waris dari Usif Manufui mempertanyakan prosedur penyerahan tanah untuk pembangunan bandara Boking, karena sebelum penyerahan tanah dilakukan tidak ada pertemuan antara Usif Manufui dengan para Amaf Manufui dari Pioseki Tasi dan Noem Noe sebagai Asukit Atolas (bahasa Dawan),” tegas Yunus Benu kepada VoxNtt.com di Seo, Minggu (6/5/2018).

Tentang persetujuan lokasi bandara lanjut Yunus, dirinya mencurigai ada yang berkepentingan dari seseorang untuk mendapat keuntungan pribadi.

Itu terutama dalam setiap tahapan pembangunan bandara, sehingga tidak mau melibatkan para Amaf di Pioseki Tasi dan Noem Noe.

“Jangan sampai kami yang serahkan tanah lalu ada orang yang kenyang di belakang kami,” kata Yunus.

Untuk itu tambah Yunus, sebelum adanya pertemuan antara Usif Manufui dengan para Amaf dari Pioseki Tasi dan Neom Noe sebagai Asukit Atolas, maka dirinya sebagai salah satu alih waris Usif Manufui tetap akan menolak pembangunan bandara.

“Selama belum ada pertemuan antara Usif Manufui dengan Amaf-Amaf Pioseki Tasi dan Noem Noe sebagai Asukit Atolas, maka saya tetap akan menolak,” tegas Yunus.

Untuk diketahui, rencana pembangunan Bandar Udara Boking di Kecamatan Boking, Kabupaten TTS, sudah dimulai dengan tahapan sosialisasi pada tahun 2017 lalu.

Pemprov NTT melalui Dinas Perhubungan sudah menganggarkan dana untuk melakukan studi kelayakan pada tahun 2018 ini.

Penulis: Paul Paparesi
Editor: Adrianus Aba

TTS
Previous ArticleRuas Jalan Mbay-Aemali Memprihatinkan
Next Article Gaji Guru THL di Matim Dipotong, Ke Mana Sebagian Dananya?

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.