Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tembok MCK Roboh, Tiga Rumah Terancam Abrasi di Ende
NTT NEWS

Tembok MCK Roboh, Tiga Rumah Terancam Abrasi di Ende

By Redaksi18 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tembok penahan gelombang laut MCK KSM Bitha Permai di Bita Beach sudah tampak roboh setelah dihantam ombak (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Tembok penahan gelombang laut MCK KSM Bitha Permai di Bita Beach, Kelurahan Mautapaga, Kabupaten Ende roboh dihantam ombak pada Kamis, (17/5/2018) siang. Gelombang ganas bahkan mengancam MCK yang baru dibangun beberapa tahun terakhir.

“Bangunan sangat dekat pantai. Dan ini hanya merugikan uang saja,” kata seorang pengunjung lantas menolak setelah diminta nama oleh VoxNtt.com, Kamis siang.

“Ini sudah rubuh semua. Malam nanti pasti hancur,” sambung dia berlalu.

Gelombang laut bahkan mengancam tiga unit rumah masing-masing milik Darius Kanga, Abdul Faka, Andreas Lamba. Bahkan, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita, laut sudah merendam rumah Abdul Faka dan Darius Kanga.

“Ini terjadi pertama kali pak, setelah kami hidup disini selama lima tahun. Baru terjadi siang ini,” ucap Yuliana Pili, istri Darius Kanga.

Sebelumnya, Yuliana nampak mondar-mandir di sekitar rumah. Ia tampak cemas dengan kondisi gelombang besar hingga merendam kamar mandi mereka.

Rumah Darius Kanga sudah direndam laut pada Kamis siang. Dua rumah lain juga terancam (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Begitu pula beberapa anak dan cucunya yang duduk disamping rumah menyaksikan gelombang yang luar biasa dahsyat.

“Mulai ganas jam 10 tadi pak. Ya, sangat panik karena baru terjadi kali ini,” ucap Yuliana lantas mengeluh aktifitas sebagai penenun terhambat.

Yuliana juga mengait-ngaitkan dengan proses pencarian Achmad Hasan (39), warga Kelurahan Paupire yang belum ditemukan petugas setelah melakukan pencarian selama 5 hari.

Menurut dia, dahsyatnya gelombang laut disebabkan belum ditemukan Achmad.

“Ini karena belum ditemukan, sehingga gelombang makin besar. Biasanya, kalau sudah ketemu gelombang langsung kecil,” katanya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTerorisme dan Gerakan Deradikalisasi di Indonesia
Next Article Ajukan KUR di Koperindag Nagekeo, Baru 8 Warga yang Sudah Diakomodir

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.