Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ende Diusulkan Jadi Pusat Studi Pancasila dan Bung Karno
NTT NEWS

Ende Diusulkan Jadi Pusat Studi Pancasila dan Bung Karno

By Redaksi6 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Patung Bung Karno di Taman Permenungan Bung Karno Ende, Flores, NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) diusulkan jadi pusat studi sejarah terutama tentang Pancasila dan Bung Karno.

Usulan menjadi pusat kajian sejarah ini kembali terungkap pada Seminar Bulan Soekarno yang bertema Bung Karno dan Pancasila di Hotel Flores Mandiri, Ende, Rabu (6/6/2018).

Sebelumnya, Wakil Bupati Ende yang saat ini sedang cuti, Djafar Achmad pernah merekomendasikan agar Kabupaten Ende menjadi tempat belajar serta sebagai lokus studi bagi generasi bangsa.

Usulan Djafar mengingat perjalanan hidup Sang Proklamator di Ende dengan merenungkan butir-butir Pancasila.

Sehingga menurut dia, Ende sebagai kota sejarah perlu dibahas sebagai pusat studi.

Usulan Djafar sejalan dengan Panelis, Kotan Y. Stefanus, Dosen Undana Kupang dalam Seminar.

Menurut Kotan, perlu ada lokus di NTT sebagai pusat studi sejarah.

Usulan Kotan pun menjadi rekomendasi dalam seminar yang bertepatan hari lahir Presiden pertama Soekarno.

Seminar oleh Pemerintah Provinsi NTT itu dihadiri Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Harwan.

“Sebagai kota sejarah, diusulkan agar Ende dijadikan sebagai pusat studi sejarah Bung Karno dan Pancasila,” ucap Panelis, Kotan Y. Stefanus, Dosen Undana Kupang.

Hal serupa pun disetujui oleh Panelis lainnya yakni Dion DB Putra, Pemimpin Redaksi Pos Kupang dan Alosyius B. Kelen, Akademisi dari STPM St. Ursula Ende.

“Pancasila Rumah Kita perlu ada studi khusus tentang Pancasila dan Bung Karno,” ucap Alosyius diakhir Seminar.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleDeretan Produk Lokal Ala Istri dan Anak Para Migran
Next Article Gaji Guru THL Dipotong, Fraksi PAN Sebut Pemkab Matim Apatis

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.