Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Keluarga Minta Polisi Ungkap Kematian Charly
HEADLINE

Keluarga Minta Polisi Ungkap Kematian Charly

By Redaksi8 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nelayan Oesapa mengevakuasi mayat korban yang ditemukan terapung di laut sekitar Pantai Oesapa, Selasa (24/7) (Foto:penatimor.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Kedua orangtua korban Carolino A. Sowo meminta Polsek Kelapa Lima Kupang segera mengungkapkan kematian anak mereka.

Charly, sapaan akrab Carolino A. Sowo ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa Kupang pada 24 Juli lalu.

Kematian mahasiswa Filsafat Unwira Kupang asal Bajawa Kabupaten Ngada itu hingga kini masih misterius.

Kedua orangtua kandung almarhum Charly, masing-masing, Yakobus Sowo dan Itandavatu M.J Januaria mengaku, pada 3 Agustus lalu penyidik Polsek Kelapa Lima Kupang berjanji akan memberikan informasi hasil-hasil penyelidikan atas kasus kematian putra mereka.

Namun hingga kini, kasus kematian yang dinilai tidak wajar tersebut belum ada tanda-tanda perkembangannya.

“Kami minta Polisi Sektor Kelapa Lima Kupang dapat mengungkap tuntas perbuatan para pelaku. Kami minta Polri bertindak profesional dalam pengungkapan kasus ini. Kami berdoa dan mendukung penuh pihak Kepolisian untuk pengungkapan kematian putra kami,” ujar Yakobus Sowo,  ayah korban saat ditemui awak media di kediamannya, Selasa (07/08/2018).

Yakobus dan keluarga menduga kematian Charly murni pembunuhan dengan modus tertentu. Pelaku memakai cara-cara pengalihan perhatian atau upaya penghilangan jejak.

Yakobus mengatakan, sejak kecil hingga dewasa Charly tidak suka mandi di laut. Bahkan ketika pergi kuliah di Kota Kupang dan pulang berlibur di kampung halaman pun korban tidak suka mandi di laut.

Charly, lanjut dia, sangat sadar bahwa dirinya tidak memiliki kepandaian berenang. Sehingga setiap kali diajak untuk mandi di laut, korban selalu menolak dan menghindar.

Sebab itu, Yakobus meyakini kematian Charly merupakan pembunuhan. Pelaku berupaya menghilangkan jejak atau mengalih perhatian semua pihak.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

 

Ngada
Previous ArticleDPRD Didesak Bentuk Pansus Pasar Ruteng
Next Article DPRD NTT Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Related Posts

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Dua Babinsa Datangi Panitia, Nobar Film “Pesta Babi” di Bajawa Dibatalkan

15 Mei 2026

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.