Lubang alir air yang sempit membuat badan jalan dilalui air saat musim hujan. Arus transportasi pun terhambat (Foto: Ronis)

Oelamasi, Vox NTT-Asmin Falau (23), sejak pukul 15.00 Wita,  harus menunggu selama 2 jam untuk bisa menyebrangi jembatan yang didesain berbentuk gorong (duiker) di Kali Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Jembatan yang belum genap setahun itu, kini sudah rusak dan beberapa konstruksi fondasinya sudah rusak juga.
Pada saat hujan lebat, air dari arah Timur Kali Dendeng ini meluap dan menutupi badan jalan.

Asmin adalah satu dari sekian banyak warga yang hendak nyebrang ke arah Tilong yang mengeluh soal kondisi jembatan ini.

Lubang yang rusak di bagian punggung gorong.

Menurut Asmin, aktivitasnya harus tertunda karena air sungai banjir dan menyebabkan pengendara roda dua hingga roda empat sulit melewat.

“Saya harus tunggu dua jam, air agak kurang deras baru bisa lewat. Ada warga lain juga. Setengah mati kalau lewat bisa terbawa arus air sungai”, tuturnya Kepada Voxntt.com (01/12/2018).

Voxntt.com pun pergi ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan yang sulit diakses saat musim hujan itu. Kondisi jembatan memang sudah rusak. Dibagian badan jalan, fondasi dasar jembatan terlihat sudah rusak dan struktur campurannya sudah mulai terlepas.

Ada juga lobang besar di bagian tubuh jembatan. Akibat lubang pengalir air yang tidak terlalu lebar itu, jika air banjir maka akan meluap dan melewati badan jalan.

Sementara itu di bagian punggung badan jalan, terdapat lubang berdiameter 1 meter, yang sudah rusak dan bisa mencelakan pengendara roda dua. Itu karena campuran bahan dasar yang kurang kuat sehingga musim hujan sekali datang, lubang bagian tengah badan jembatan itu kian melebar.

Voxntt.com berusaha menemui Yoris Loinati salah satu pemborong yang mengerjakan deuker itu akhir November tahun 2017 lalu.

Yoris menyampaikan bahwa, ia dan beberapa warga hanya melanjutkan pengerjaan yang ditinggal oleh pemborong sebelumnya.

“Ada pengawas yang datang tawar mau kerja lanjut itu deker. Soalnya yang kerja sebelumnya tidak mau lanjut”, imbuhnya (01/12).

Yoris pun tak begitu tahu soal pemilik pekerjaan, Ia hanya didatangi pengawas dan menawarkan harga 7,5 juta rupiah.

“Pengawas yang datang tawar harganya 7,5 juta. Saya ajak beberapa warga di sini untuk kerja cor kasih habis”, tambahnya.

Pekerjaan lanjutan yang ia terima, diselesaikan selama 5 hari. Ia hanya menyebut nama Haji Rahman sebagai pemilik tender proyek itu.

Pengerjaan proyek itu, lanjut dia, sepaket dengan pengerjaan jembatan lain jalur poros tengah tak jauh dari gorong Kali Dendeng.

Hingga berita ini diturunkan, Voxntt.com sementara berusaha menelusuri pemilik Proyek dan pengawasnya.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K