Ilustrasi (Tirto.id)

Jakarta, Vox NTT- Pembantaian kembali terjadi di Papua. Dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (04/12) Kepolisian Daerah (Polda) Papua mendapat laporan, terjadi pembunuhan puluhan pekerja jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, pada akhir pekan lalu.

Diberitakan, setelah menerima laporan itu, Polda Papua dan TNI langsung mengirimkan tim evakuasi para korban ke lokasi kejadian.

Selasa pagi ini (4/12) anggota kembali diberangkatkan ke sana. Sebelumnya, kemarin telah dikerahkan personel gabungan ke lokasi.

Namun, akibat jalan dihalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan pohon-pohon di sepanjang jalan, akhirnya tim pun kembali ke Wamena.

Demikian disampaikan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin

Pembunuhan itu diduga terjadi pada Minggu (2/12). Polisi baru menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIT, Senin (3/12). Data yang diterima kepolisian, disebutkan 31 orang tewas terbunuh dalam kasus itu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, 24 orang terbunuh pada hari pertama. sementara, delapan orang berhasil menyelamatkan diri.

Namun, KKB kemudian menangkap lagi delapan yang selamat. Tujuh di antaranya dibunuh. Satu orang yang selamat belum ditemukan dan tidak diketahui kondisinya.

Telepon Gelap

Berdasarkan keterangan seseorang bernama Kamal, Sabtu, 01 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni.

Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan penelpon tersebut.

Diberitakan, komunikasi terakhir dengan Jhoni yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga adalah 30 November 2018 lewat Monang Tobing, petugas PPK Satker PJN IV PU Binamarga via pesan singkat.

Setelah menerima laporan pembunuhan, pada 03 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Namun, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan agar tim segera balik kanan karena jalan diblokir KKB.

“Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka,” ujar Kapolda Papua Irjen Sormin seperti dikutip dari Antara, Selasa (4/12).

Sedang Dievakuasi

Walau sebelumnya aparat dihalangi dengan cara memblokir jalan, Kapolda PIrjen Martuani Sormin mengatakan, Selasa pagi ini (4/12), tim kembali diberangkatkan ke sana.

Sebelumnya, kemarin dikerahkan personel gabungan ke lokasi. Namun, akibat jalan dihalangi dengan pohon-pohon di sepanjang jalan, akhirnya tim pun kembali ke Wamena.

Sementara itu, pihak Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVIII Papua berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengetahui perkembangan serta nasib para pekerja dan ASN, serta upaya mengevakuasinya.

“Pagi ini saya ke Wamena, untuk memantau langsung perkembangannya,” kata Kepala BBPJN Wilayah XVIII Papua Oesman Marbun.

Ia menyebut PT Istaka membangun jembatan di 41 titik di Kabupaten Nduga. Dilaporkan pada Minggu (2/12) KKB membunuh puluhan karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pengerjaan pembangunan jembatan di Distrik Yigi.

Penulis: Boni J