Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tujuh Desa di Pedalaman Ende Terisolasi Akibat Longsor
NTT NEWS

Tujuh Desa di Pedalaman Ende Terisolasi Akibat Longsor

By Redaksi4 Desember 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalur jalan Nangaba-Maukaro ditutup materia longsor Minggu malam. Akibatnya, tujuh desa di pedalaman Kecamatan Ende tersebut terisolasi (Foto: Blasius A. Rinda)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Tercatat, ada tujuh desa di pedalaman Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terisolasi akibat longsor, Minggu (02/12/2018) malam.

Ketujuh desa tersebut yakni, Desa Wolokaro, Desa Woropapa, Desa Jejaraja, Desa Wawonato, Desa Pemo, Desa Wologai dan Desa Wologai Dua.

Warga Nangaba, Blasius A. Rinda kepada Vox.com, menjelaskan, peristiwa longsor itu terjadi di wilayah Desa Wolokaro dan beberapa wilayah lainnya. Material longsor menutup badan jalan sehingga akses jalan Nangaba-Maukaro terhambat.

Blasius mengatakan, longsor itu terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah setempat. Selain itu, struktur tanah labil yang mengakibatkan sejumlah material longsor dan menutup jalan.

Warga setempat kemudian berupaya membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

Meski demikian, Blasius berharap agar pemerintah dapat menurunkan alat berat guna membersihkan jalur jalan tersebut. Sehingga akses kembali berjalan normal.

“Diharapkan ada alat berat bisa membersihkan jalan itu. Supaya jalur itu bisa berjalan normal,” tulis dia melalui pesan WhatsApp, Senin pagi.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende, Albert Yani, belum dapat dikonfirmasi setelah beberapa kali dihubungi secara terpisah.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Bencana NTT Ende
Previous ArticleTahun 2018, Ini Jumlah THL di Setiap OPD di Matim
Next Article Merampok, Dua Mahasiswa Sumba di Kupang Diringkus Polisi

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.