Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ditikam di Dada, Sadik Tewas Bersimbah Darah
Regional NTT

Ditikam di Dada, Sadik Tewas Bersimbah Darah

By Redaksi12 Desember 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sadik, korban penikaman (Foto: Marcel/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Sadik (47), warga Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu tewas bersimbah darah setelah ditikam di bagian dada dan pinggang oleh DN (30), seorang warga setempat pada Selasa malam (11/12/2018) sekitar pukul 18.30 Wita di kediaman Gabriel Bauk di Dusun Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu.

Gabriel Bauk mengaku, sebelum terjadi insiden penikaman, dirinya bersama Sadik masih makan malam bersama di kediamannya.

Usai makan malam, Gabriel bersama Sadik duduk santai sambil berbincang-bincang di dalam rumah Gabriel. Tak lama berselang, Sadik pamitan untuk tidur lantaran sudah mengantuk.

“Saya dengan dia (Sadik) baru habis makan. Sekitar jam setengah tujuh kami dua sedang duduk cerita, tiba-tiba pelaku lompat masuk melewati kepala saya dan menuju tempat tidur dan menuju korban lalu menghujami korban dengan sebilah pisau,” ujar dia.

Menurut Gabriel, saat itu Sadik tengah berbaring di atas tempat tidur dalam kamar.

“Dia (pelaku) menarik Sadik dari atas tempat tidur dan langsung menikam pisau ke tubuh korban berkali-kali,” tutur Gabriel saat ditemui di Mapolres Belu.

Melihat kejadian itu, istri Gabriel Bauk yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan korban asal Madura itu langsung pingsan seketika.

“Isteri saya pingsan saat lihat pisau ditikam ke badan korban. Habis tikam, pelaku langsung lari keluar rumah sambil membawa pisaunya,” kisah Gabriel.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga ke pihak berwenang di Polsek Kakuluk Mesak. Petugas Polres Belu dibantu Polsek, langsung melakukan olah TKP.

Setelah melakukan olah TKP, jasad korban dievakuasi ke ruang jenasah RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua pukul 22.00 Wita untuk dilakukan otopsi.

Sekadar diketahui, terdapat sekitar empat tusukan pisau yang bersarang di tubuh korban yakni, pada dada bagian paru-paru, dada kiri, pinggang kiri dan kanan, luka tikam pada lengan tangan kanan, luka sayat di punggung belakang dan luka di bagian kaki.

Informasi lain yang berhasil dihimpun dari warga di RSUD, diketahui, korban  tinggal menetap di Umanen sejak enam bulan lalu. Korban berkunjung ke rumah Gabriel Bauk karena masih ada hubungan keluarga dengaj istri Gabriel.

Sementara itu, pelaku penikaman yang melarikan diri  masih dikejar oleh tim buser Polres Belu dibantu aparat Polsek Kakuluk Mesak. Beberapa warga saksi kejadian, seperti Gabriel Bauk telah dimintai keterangan oleh petugas.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Adryan Yudo ketika dikonfirmasi VoxNtt.com, membenarkan terjadinya perstiwa penikaman yang menewaskan Sadik.

AKP Adryan mengatakan tersangka pelaku penikaman Dominikus Nahak saat ini sedang dicari pihak Polres Belu. Sementara, jenazah korban Sadik akan diterbangkan ke kampung halamannya di Madura, Jawa Timur siang ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa motif dibalik penikaman itu.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Boni J

Belu
Previous ArticlePasukan Gabungan Temukan 865 Liter BBM Tak Bertuan di Perbatasan RI-RDTL
Next Article AMPPERA Kupang Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Waima

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.