Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Petani Desa Ruan Bersihkan Irigasi yang Tertimbun Longsor
Regional NTT

Petani Desa Ruan Bersihkan Irigasi yang Tertimbun Longsor

By Redaksi16 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para petani di Sola, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba membersihakan selokan yang tertimbun longsor (Foto: Dok. warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Para petani di Kampung Sola, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) bergotong royong membersihkan saluran irigasi yang tertimbun tanah longsor.

Irigasi tersebut tertimbun longsor disebabkan hujan lebat pekan lalu.

Akibatnya, irigasi yang mengalirkan air ke lokasi persawahan Wae Mese Desa Ruan tidak teraliri air.

Natan Nael, salah satu petani di Desa Ruan saat ditemui VoxNtt.com di Borong, Minggu (16/12/2018) pagi, mengaku tidak ada perhatian dari dinas terkait atas selokan yg tertimbun tanah longsor di Desa Ruan.

Kata dia, longsor di irigasi tersebut mengakibatkan sepanjang 1 km selokan tersumbat karena tertutup tanah dan pasir.

“Terpaksa kami pemilik lahan bekerja secara gotong royong untuk mengangkat tanah yang timbun di dalam selokan tersebut. Tetapi, sangat sulit untuk cepat selesai. Karena terlalu banyak dan panjang saluran yang tersumbat akibat longsor,” kata Natan.

“Saya bersyukur bisa menemui bapak di sini. Tolong sampaikan keluhan dan kondisi kami kepada pemerintah,” tambahnya.

Ia berharap kepada Pemkab Matim agar merespon kondisi yang dialami para petani di Desa Ruan tersebut.

Natan menyayangkan Pemda Matim yang lambat merespon bencana longsor tersebut. Sebab saat ini para petani memasuki musim tanam.

“Jika tidak segera, para petani bisa terancam gagal tanam tahun ini,” terangnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Desa Ruan Manggarai Timur
Previous ArticleAjak Kaum Muda Masuk Parpol, Golkar NTT Gelar Talk Show
Next Article Foto: Bendungan Rotiklot, Buah Karya Jokowi di NTT

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.