Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»BPJS Ende Sosialisasi Penyempurnaan Perpres 82 Tahun 2018
KESEHATAN

BPJS Ende Sosialisasi Penyempurnaan Perpres 82 Tahun 2018

By Redaksi19 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende, Indira Azis Rumalutur sedang menjelaskan tentang Perpres 82 Tahun 2018 tentang JKN-KIS (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Ende menyosialisasikan penyempurnaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 Tentang JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende, Indira Azis Rumalutur menyebutkan bahwa, ada beberapa penyesuaian aturan pada sejumlah aspek dalam Perpres tersebut.

Secara umum, misalnya, terhadap peserta yang tinggal di luar begeri selama enam bulan berturut-turut, dapat menghentikan kepercayaannya sementara. Selama masa penghentian sementara itu, yang bersangkutan tak dapat manfaat jaminan BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, jika sudah kembali ke Indonesia, peserta tersebut wajib melapor ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran paling lambat 1 bulan sejak kembali ke Indonesia. Peserta tersebut pun berhak memperoleh kembali jaminan kesehatan.

“Aturan ini dikecualikan bagi peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang masih mendapatkan gaji di Indonesia,” jelas Indira saat jumpa pers di Lantai 2 Kantor BPJS Ende pada, Rabu (19/12/2018).

Ia menjelaskan, Perpres ini juga mengatur pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah oleh masing-masing pemberi kerja, baik pemerintah maupun swasta.

Indira yang didampingi Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan Kamaluddin dan Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Hendry Mario Sani Nggadas juga mengatakan bahwa, sejumlah perubahan ketentuan seperti, peserta jaminan kesehatan mencakup kepala desa dan perangkat desa sebagai pekerja penerima upah.

Di samping itu, bayi yang baru lahir dari peserta jaminan kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

Peserta yang tidak mendaftarkan bayi seperti dimaksud pada Pasal 16 ayat (1) akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara bagi bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN, maka berlaku ketentuan pendaftaran paling lama 14 hari sejak dilahirkan.

Indira juga menegaskan bahwa, Perpres tersebut juga memberi ketegasan mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak. Jika pada nomenklatur sebelumnya maksimal tunggakan hanya 12 bulan. Namun, pada Perpres ini diberi jangka tunggakan hingga 24 bulan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleZTN: 101 Peti Mati Buat HUT ke-60 Propinsi NTT
Next Article Cerita Kapolres TTU tentang Penyelundupan Mobil ke Timor Leste

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.