Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Pengrusakan dan Pencurian di Bena Belum Ada Laporan Resmi
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Pengrusakan dan Pencurian di Bena Belum Ada Laporan Resmi

By Redaksi22 Desember 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda I Made Sudarmawijaya
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Amanuban Selatan membantah keras adanya tudingan warga kalau penyidik tidak menindaklanjuti pengaduan dan laporan masyarakat.

“Belum ada laporan resmi kepolisian dari Pina Nope terkait pengrusakan pagar dan pencurian dengan korbannya Semuel Nabuasa,” ujar Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda I Made Sudarmawijaya saat memberikan klarifikasi kepada media ini, Jumat (21/12) kemarin.

Tandas I Made, walau belum ada laporan resmi namun setelah ditelusuri, pihaknya pun mengembalikan kasus sebagaimana disebutkan Pina Nope dan Semuel Nabuasa tersebut ke pihak pemerintah setempat.

“Jangan belum lapor, katakan sudah lapor. Lalu, menuding Polsek tidak punya kinerja. Kasus ini masih ditangani pemerintah terdekat dan belum ada laporan resmi,” tandas Made Sudarmawijaya.

Sebelumnya, Pina Nope saat menghubungi media ini beberapa waktu lalu, mengatakan, kasus pengrusakan kebun yang dilaporkan pihaknya ke Polsek setempat sudah dua minggu namun belum ada upaya hukum pihak Polsek setempat.

Sementara itu, Semi Nabuasa yang merupakan korban pencurian sapi  mengeluhkan hal yang sama yakni belum ada penanganan dari pihak kepolisian.

Penulis : L. Ulan
Editor: Irvan K

Polres TTS TTS
Previous ArticleAmankan Natal, Kepolisian TTS Gandeng Berbagai Komponen Masyarakat
Next Article Sopi Dimusnahkan Red Label Tak Tersentuh, di Mana Konsistensi Gubernur NTT?

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026
Terkini

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.