Danau Kelimutu di Ende, Flores, NTT (Foto: Traveluxion)

Ende, Vox NTT-Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, NTT, kembali berubah warna pada Desember 2018.

Perubahan warna kali ini tampaknya lebih awal dari biasanya yakni pada bulan Februari hingga Maret.

Informasi yang diperoleh VoxNtt.com dari Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) pada Kamis (27/12/ 2018), perubahan warna terjadi pada Danau Atapolo.

Danau Atapolo berubah warna pada bulan Desember Tahun 2018 dari warna hijau kebiruan menjadi hijau tua (Foto : Doc. TNK)

Perubahan itu dari warna hijau kebiruan menjadi hijau tua. Sedangkan kedua danau lainnya yaitu Ata Mbupu dan Nuwamuri Ko’o Fai tidak mengalami perubahan warna sama sekali.

Pertama Sepanjang Sejarah

Atas peristiwa ini, TNK kemudian merilis siklus perubahan warna pada Danau Atapolo sebagai yang pertama sepanjang sejarah.

Urutan perubahannya dari warna hijau kebiruan (warna umum sepanjang tahun), menjadi hijau, lalu hijau tua, dan berubah menjadi hijau kecoklatan.

Danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, NTT (Foto: Istimewa)

Kemudian berubah lagi menjadi coklat muda, coklat tua, kembali lagi ke coklat muda, hijau kecoklatan, berubah warna menjadi hijau tua, hijau, dan kembali lagi ke warna hijau kebiruan.

Perubahan seperti ini, jelas TNK, sering terjadi setiap tahun. Namun pada tahun ini siklusnya berlangsung cepat sehingga tercatat sebagai peristiwa langka dalam sejarah.

Perubahan Pada Tahun Sebelumnya

Sebelumnya, perubahan warna pada danau Kelimutu terjadi pada awal tahun 2017 lalu. Selain danau Tiwu Ko Wai Noo Muri, kolam danau Tiwu Ata Polo berubah secara signifikan.

Perubahan warna pada kolam Tiwu Ata Polo menjadi warna hijau lumut dari warna sebelumnya hijau muda. Perubahan ini terjadi sejak tanggal 9 Maret 2017.

Danau Kelimutu Ende, Flores, NTT (Foto: Istimewa)

Sementara kolam Tiwu Ko Wai Noo Muri, berubah sejak awal tahun menjadi warna biru tua dari sebelumnya putih telur asin.

Benediktus Rio, Kepala Seksi Wilayah Satu pada kantor Taman Nasional Kelimutu (TNK) Ende-Flores kala itu mengatakan, perubahan tersebut disebabkan pengaruh tingkat curah hujan yang tinggi. Sehingga komposisi mineral vulkanik berubah hingga mempengaruhi warna air.

Ia menjelaskan tingkat keasaman danau menjadi dasar perubahan air danau. Hal ini berdasarkan sampel yang diambil oleh pihaknya.

“Ini karena tingkat keasaman tinggi karena curah hujan meningkat. Kami tidak tahu kapan berubah lagi,” ujar Rio saat dihubungi, Jumat (17/3/2017).

Rio kemudian mencontohi perubahan warna pada April 2016 menjadi merah hati ayam pada kolam danau Tiwu Ata Polo yang disebabkan aktivitas vulkanik gunung api Kelimutu.

Meski perubahan yang cukup signifikan, jelas Rio, tidak mempengaruhi status gunung yang masih normal sesuai hasil koordinasi dengan pihak Stasiun Vulkanologi Gunung Kelimutu.

“Tidak pengaruh bang, status gunungnya masih normal,” ucap Rio.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K