Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sektor Pariwisata Diharapkan Menjadi Lokomotif Utama Sektor Ekonomi NTT
Ekbis

Sektor Pariwisata Diharapkan Menjadi Lokomotif Utama Sektor Ekonomi NTT

By Redaksi8 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemandangan laut dari Bukti Cinta di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Sejak masa kampanye Gubernur sudah menegaskan akan fokus pada 5 program, yakni pariwisata, kesejahteraan rakyat, sumber daya manusia, infrastruktur dan reformasi birokrasi.  

Dari 5 program tersebut, yang menjadi fokus utama adalah pembangunan bidang pariwisata dan diharapkan menjadi lokomotif utama sektor ekonomi demi kesejahteraan masyarakat NTT.

Untuk mencapai keberhasilan program ini, hal yang pertama ditegaskan oleh Gubernur Viktor adalah masalah sampah. Gubernur Viktor bekerjasama dengan pemerintah daerah di seluruh NTT untuk menanggulangi masalah sampah.

Tak hanya itu, Gubernur menyampaikan akan memberi denda sebesar Rp. 50.000,- kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Sampah berserakan di sepanjang bibir pantai Ende. Warga setempat mengaku sampah tersebut merupakan sampah kiriman (Foto: Ian Bala/Vox NTT

Menyikapi arah pembangunan NTT tersebut, Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) bersama para aktivis, mahasiswa, tokoh politik dan tokoh agama mengadakan panel diskusi dengan tema “Menakar Jalan NTT Lima Tahun ke Depan”. 

Diskusi ini digelar Senin, (07/01/2019) bertempat di Kantor IRGSC, Walikota, Kota Kupang, Propinsi NTT.

Wilson Therik mengatakan, ada 2 hal yang harus diterapkan dalam bidang pariwista yakni Pro Poor Culturalism (PPC) dan Community based on Tourism (CBT) agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Masyarakat juga bisa menikmati tempat pariwisata tersebut.

NTT memiliki banyak situs pariwisata yang sudah terkenal baik di Indonesia ataupun luar negeri, contohnya Nihiwatu yang terletak di Sumba Barat menjadi hotel terbaik di dunia pada tahun 2017 dan Komodo di Pulau Komodo-Labuan Bajo yang sudah mendunia.

Foto: Hotel Nihiwatu (http://www.travelandleisure.com)

Sayangnya, kata dia, tidak semua masyarakat NTT bisa menikmati tempat pariwisata tersebut.

Menyambung Wilson, George Hormat berpandangan, pariwisata berbasis komunitas (CBT) kuncinya kesejahteraan rakyat yang dampaknya merata di lingkar destinasi pariwisata tersebut.

Pariwisata, jelas George, tidak bisa menjadi lokomotif utama sector ekonomi untuk NTT jika investasi di sekitar tempat pariwisata adalah pengusaha dari luar daerah. Dampaknya, masyarakat local (local community) harus membayar mahal untuk menikmati pariwisata di daerah mereka sendiri.

Jika demikian, terang George, masyarakat tetap miskin dan kehilangan lahan bisnis.

Selain itu, menurutnya, kegagalan pogram kerja terjadi jika program tersebut diadakan tanpa pendampingan yang kuat.

Akibatnya, masyarakat lokal sebagai subyek pembangunan tidak mampu menangkap peluang serta berpatisipasi untuk meningkatkan kesejahteraannya .

Penulis: Febri Rengka

Editor: Irvan K

Kota Kupang Pariwisata NTT
Previous ArticleWarga Pong Ara Ruteng Digegerkan dengan Penemuan Kulit Kepala Manusia
Next Article Melki Laka Lena: Golkar NTT Bertekad Raih 4 Kursi DPR RI

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.