Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Pengamat: TKI Itu Manusia Hidup yang Ingin Perutnya Diisi
Human Trafficking NTT

Pengamat: TKI Itu Manusia Hidup yang Ingin Perutnya Diisi

By Redaksi9 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial dan politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik asal Universitas Nusa Cendana Kupang turut menyoroti maraknya kasus human trafficking dan upaya moratorium TKI oleh Pemprov NTT.

Menurut Lasarus moratorium TKI masih sebatas wacana dan narasi.

Untuk diketahui, dalam catatan VoxNtt.com jumlah TKI awal Januari 2019 yang dicekal keberangkatannya ke luar negeri di Bandara Eltari Kupang sudah 75 orang.

Baca Juga: 8 Hari Pertama Tahun 2019, Sudah 75 CTKI Dicekal di Bandara Eltari

Dikatakan, moratorium TKI oleh Pemprov NTT masih menemukan banyak persoalan di lapangan.

Ia menambahkan, TKI adalah manusia hidup yang perutnya ingin diisi karena lapar.

“Kalau masalahnya lapar, berarti kalau moratorium mesti ada langkah antisipatif. Pembukaan lapangan kerja urgen disiapkan. Kedua, terkait dengan proses mereka yang bermasalah, TKI sulit disalahkan,” ujar Dosen Sosiologi di Kampus Undana itu kepada VoxNtt.com,  Senin (08/01/2019).

Alumni FISIP Universitas Gadja Madah itu menegaskan, Negara harus bertanggung jawab di balik maraknya kasus human trafficking dan upaya moratorium TKI.

Manusia NTT, kata dia, mesti disiapkan legalitasnya sebagai tenaga kerja profesional. Warga NTT, jika ingin dikirim ke luar negeri sebagai tenaga kerja, harus memiliki skill yang mumpuni.

“Jadi, setiap elemen mesti bertanggung jawab atas nasib TKI ini. Dosa kita kalau hanya menahan mereka di Bandara atau di pelabuhan tanpa ada kebijakan follow up yang bisa memanusiakan mereka,” kata Lasarus.

Sebagai solusi, ia menyarankan agar pemerintah membuka lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah harus membereskan legalitas kependudukan warga dan mengajar mereka menjadi pintar dengan skill yang mumpuni.

“Bagun itu industri garam, pengalengan ikan, latih mereka cara cuci, masak, bersihkan rumah, cara jaga anak, latih bahasa Inggrisnya, dan lain-lain agar bisa dipakai dan connect dengan industri pariwisata, sehingga untuk hotel di NTT tidak perlu datang dari Jawa atau Sulawesi,” tutup Lasarus.

 

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking TKI NTT
Previous ArticleOMK Stasi Kerahiman Ilahi Wae Tuan Dilantik
Next Article Plt. Ketua Golkar Sumba Timur Tetap Koordinasi dengan Gideon Mbilijora

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.