Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakapolda NTT Brigjen Pol Johanes Asadoma tiba di depan Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng, Kamis 10 Januari 2019 (Foto: Elvis Hadun)

Ruteng, Vox NTT- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan, salah satu komponen penting dalam dunia pariwisata ialah pemandu wisata (guide).

Sebab itu, untuk mendukung geliat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam membangun sektor pariwisata, guide dan penjaga di lokasi wisata perlu ada pembenahan dan dibekali ilmu pengetahuan  yang baik.

Guide, kata Viktor, harus mampu menjelaskan dengan baik tentang obyek wisata yang menjadi destinasi pengunjung.

Dia harus mampu menceritakan sekurang-kurangnya sejarah atau kisah-kisah di balik keberadaan obyek wisata tertentu.

“Misalnya seorang guide memperkenalkan tentang Wae Rebo, maka dia harus mampu menarasikan tentang Wae Rebo yang bisa memberikan sesuatu yang benar dan akurat. Sehingga nilai jual Wae Rebo bisa menjadi mahal tergantung dari narasinya,” ujar Gubernur Viktor saat memberikan kuliah umum di Kampus STKIP Ruteng, Kamis (10/1/2019).

Ia menambahkan, pariwisata saat ini adalah prime mover ekonomi NTT. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata harus didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemprov dan Pemkab.

“Oleh sebab itu kita harus benahi infrastruktur. Jalannya harus baik, toiletnya harus bersih dan diperbanyak, lokasi wisatanya harus ditata dengan baik dan rapi,” ujar Gubernur yang berpasangan dengan Yosef A Nae Soi itu.

Menurut Viktor, jika lokasi pariwisata dan infrastrukturnya sudah ditata dengan baik, maka pasti nilai jual akan menjadi lebih mahal.

“Tugas kita itu adalah bagaimana kita menarasikan obyek-obyek wisata itu agar mampu memberikan nilai-nilai attractive di mata dunia,” tandasnya.

“Teknologi dan informasi, media-media online bisa menjadi instrument untuk mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di daerah kita,” sambungnya.

Dikatakan, pariwisata adalah kemampuan manusia untuk berekspektasi imaginasi. Imaginasi semestinya sinkron dengan apa yang diekspektasikan.

Menurut dia, segala sesuatu yang attractive perlu dilakukan pembenahan agar tempat pariwisata di NTT bisa jamak di mata dunia.

“Kita benahi infrastruktur. Contoh ke Wae Rebo dari Ruteng kita harus habiskan waktu 3 jam sampai di Denge. Kalau jalannya bagus tidak mungkin selama itu. Untuk itu kita benahi jalannya,” pungkas Viktor.

Terkait pembangunan jalan ini, ia melakukan pola dan terobosan baru.

Dari dulu, kata dia, Pemrov NTT menyicilkan pembangunan jalan. Namun di bawah kepemimpinannya pembangunan jalan mesti tuntas dengan pola meminjam uang.

“Kita tidak perlu membuat jalannya nyicil, tapi kita pinjam uang untuk membuat jalan tuntas. Uangnya nanti yang kita nyicil. Bukan seperti tahun-tahun sebelumnya jalannya yang nyicil. Ini kali kita ubah, uangnya kita nyicil dan jalannya kita buat tuntas,” tegas Viktor.

 

KR: Selvianus Hadun
Editor: Ardy Abba