Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Wabup Madur Kritik Keberadaan Eks Terminal Carep
Regional NTT

Wabup Madur Kritik Keberadaan Eks Terminal Carep

By Redaksi18 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat koordinasi kebersihan lingkungan di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Jumat, 18 Januari 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur mengkritisi keberadaan eks terminal Carep di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong.

Madur menilai bangunan eks terminal Carep yang hingga kini mubazir tersebut turut menyumbangkan predikat Kota Ruteng sebagai salah satu kota kecil terkotor di seluruh Indonesia.

”Saya tidak bermaksud mengkritisi pembangunan yang sudah ada, tetapi setidaknya ada asas manfaatnya,” ujar Madur saat rapat di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Jumat (18/1/2019).

Rapat tersebut dalam rangka koordinasi kebersihan lingkungan yang menghadirkan para lurah di Kota Ruteng dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Rapat ini juga dikabarkan sebagai langkah sigap Pemkab Manggarai dalam merespon penghargaan Adipura periode 2017-2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dimana Ruteng merupakan salah satu kota kecil terkotor di seluruh Indonesia.

Tak hanya menyoroti keberadaan bangunan eks terminal Carep, Wabup Madur juga menilai keberadaan pos-pos monyet dalam Kota Ruteng turut berkontribusi mengganggu keindahan ibu kota Kabupaten Manggarai itu.

“Pembangunan harus dibangun melalui sebuah kajian yang matang,” katanya.

Sebab itu, wakil bupati yang berpasangan dengan Deno Kamelus itu meminta agar bangunan eks terminal carep dan pos monyet diruntuhkan. Hal itu agar tidak mengganggu keindahan Kota Ruteng.

“Kalau nanti perlu dimusnahkan, kita hapus saja itu barang,” tandasnya.

Dalam rapat tersebut, Wabup Madur meminta
komitmen bersama untuk memerangi sampah, sehingga suatu saat Kota Ruteng menjadi kota bersih.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleJembatan Dagemage Putus, Para Sopir Kehilangan Pendapatan
Next Article Bupati Nagekeo ‘Turun Tangan’ Bersihkan Sampah di Pasar Danga

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.