Yul Lejo, sopir angkutan pedesaan Magepanda-Maumere
alterntif text

Maumere, Vox NTT-Sejumlah sopir angkutan pedesaan rute Magepanda-Maumere tak bisa memeroleh pendapatan karena kondisi jembatan Dagemage putus.

Jembatan yang berlokasi di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka itu ambruk terbawa arus kali setelah hujan lebat mengguyur, pada Kamis (17/1/2019).

Yul Lejo, Ferdy, Ito, Nus, Dus, Sensi dan Alo, sopir jurusan Magepanda-Maumere kepada VoxNtt.com meminta pemerintah segera membangun jembatan darurat sambil menunggu pengerjaan jembatan permanen di kali Dagemage.

‘Ini baru hari pertama kami tidak taksi pak, kalau begini terus kami bisa kehilangan pendapatan. Kami mau makan bagaimana, jadi tolong tulis dulu biar pemerintah baca dan mau bantu bangun jembatan,” tutur Yul.

Senanda dengan Yul, Nong Sensi mengaku kesal karena kondisi jembatan yang menurut dia lamban penanganannya oleh pemerintah.

”Kami sudah tidak bisa lagi harap wakil rakyat kami jadi sebagai sopir ini kami pasrah saja. Kalau sehari saja pendapatan kami sudah tidak ada bagaimana dengan hidup kami,” ujar Sensi dengan wajah kesal.

alterntif text

Pada 9 Januari 2018 lalu, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Andre Ratu Koreh kepada wartawan yang menghubunginya dari Maumere mengemukakan, ruas jembatan Dagemage baru akan dibangun pada Maret 2019.

Dana untuk pembangunan jembatan diperkirakan Rp 13 M lebih.

Penulis: Engky Ola