Kepala Balai TNK Agus Sitepu usai diwawancarai pihak televisi INews tentang Kelimutu sebagai salah satu Geopark (Foto: istimewa)

Ende, Vox NTT-Taman Nasional Kelimutu (TNK) mulai gencar promosi danau tiga warna Kelimutu. Rencananya, Kota Maumere, Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah yang dianggap sangat ideal untuk mempromosikannya.

Kepala Balai TNK, Agus Sitepu memilih Maumere sebagai tempat promosi Kelimutu karena memiliki aksesibilitas yang baik.

Menurut dia, Maumere memiliki akses transportasi udara yang terhubung ke kota-kota besar seperti Bali, Makassar dan Kupang.

“Rencana saya, kita mulai promosi Kelimutu lewat Maumere. Karena Maumere penerbangan lebih bagus daripada Ende. Koneksi langsung ke kota-kota besar misalnya Bali, Makassar dan Kupang. Kalau Ende kan hanya Kupang,” ungkap Agus kepada wartawan, Selasa (29/01/2019) siang.

Ia menjelaskan, kepentingan TNK agar wisata alam Kelimutu banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, untuk kepentingan memberdayakan masyarakat sekitarnya.

“Memang idealnya begitu. Ini penting dari sisi aksesibilitas. Dari kita sih, belum promosi tapi kalau dari Agen Travel sudah promosi lewat Maumere. Saat ini memang kita promosi lewat Ende,” ucap Agus.

Ia mengatakan, wisata alam Kelimutu mesti dipromosikan secara berkala dan terus menerus. Selain itu perlu ditunjang dengan akses transportasi yang terhubung dengan kota-kota besar.

Agus mengusulkan agar akses transportasi udara di Ende perlu segera tersambung ke kota-kota besar terutama Bali. Karena, Bali adalah pusat wisata mancanegara.

“Selama ini kan dari Bali lewat Labuan Bajo dan baru ke Ende. Ya, pasti wisatawan numpuknya di Bajo, kosongan ke sini (Ende),” katanya.

Kunjungan Wisatawan Menurun

Ia mengungkapkan, pihaknya gencar promosi mengingat menurunya kunjungan wisatawan ke Danau Kelimutu pada Tahun 2018.

Berdasarkan data yang ia sebut, kunjungan wisatawan menurun 4 ribu yakni dari 91 ribu pengunjung pada Tahun 2017 menurun menjadi 87 ribu pengunjung pada Tahun 2018.

Meski kunjungan wisata menurun tetapi pendapatan tiket mengalami kenaikan. Itu karena akomodasi wisatawan mancanegara naik dari Rp 16.000 per orang menjadi Rp 19.000 perorang.

“Mayoritas menurun adalah wisatawan lokal,” kata dia.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba