Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PDAM Macet, FIRD Desak Bupati Marsel Evaluasi Camat Maurole
Regional NTT

PDAM Macet, FIRD Desak Bupati Marsel Evaluasi Camat Maurole

By Redaksi29 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi air bersih
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga Desa Maurole dan Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM setempat. Kesulitan itu karena diduga lambatnya petugas yang mengelola PDAM.

Pelayanan air bersih di Maurole, disebut tak seimbang dengan beban biaya pelanggan. PDAM Maurole justru lebih lancar menagih beban biaya dari pelanggan dengan tanpa memperhatikan pelayanan air bersih.

Direktur Flores Institute for Resources Development (FIRD) Ende, Vinsesius Sangu mengatakan, masalah tersebut berdasarkan laporan masyarakat.

Masyarakat di dua desa tersebut termasuk tempat pelayanan publik seperti Puskesmas dan Polsek Maurole, juga mendapatkan imbas kesulitan pasokan air bersih.

Ia menjelaskan, masalah air minum merupakan masalah yang paling kompleks sebab sering dibutuhkan oleh masyarakat.

“Warga pelanggan air PDAM Maurole mengeluh ke kita, karena air yg sering macet. Kadang dua minggu sekali baru air keluar, bahkan satu bulan sekali baru air keluar,” tulis Vinsen melalui pesan singkat kepada VoxNtt.com, Selasa, (29/01/2019) siang.

Lebih parah lagi, jelas dia, khusus masyarakat Dusun Wolopau Desa Maurole, sudah lebih dari tiga bulan air PDAM tidak keluar. Namun, tagihan rekening bulanannya tetap lancar.

Atas masalah itu, ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Ende khususnya kepada Bupati dan DPRD Ende, segera mengambil langkah konkrit untuk mendapatkan akar penyebab masalah. Selain itu menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah air bersih yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Maurole tersebut.

FIRD juga mendesak Bupati Marselinus Y.W. Petu untuk segera mengevaluasi kinerja Camat Maurole, yang dinilai lamban dan tidur panjang di saat rakyat Maurole kesulitan masalah air minum.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende PDAM Ende
Previous ArticleInfografik: Proyeksi Pengunjung TN Komodo di Tahun 2030
Next Article Pakaian Selundupan dari RDTL Diamankan TNI

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.