Pelaku pariwisata yang tergabung dalam IPI saat mengikuti Musyawarah Daerah Insan Pariwisata Indonesia (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT-Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Provinsi NTT menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Aula Hotel Kalton-Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, Kamis (31/1/2019).

Musda tersebut dihadiri puluhan pelaku pariwisata se-NTT.

Ketua Panitia Musda IPI, Leonardus Embo mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini untuk membahas beberapa hal terkait rancangan kerja IPI ke depan.

Selain itu, musda juga digelar untuk memilih ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPI Provinsi NTT periode 2019-2022.

“Hari ini merupakan titik awal dikibarkannya bendera IPI di NTT dimulai dengan dipilihnya ketua serta pengurus IPI,” kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, secara nasional IPI sudah berdiri sejak tahun 2015 dan anggotanya adalah pelaku pariwisata.

“Secara nasional IPI sudah berdiri sejak tahun 2015, dimana anggotanya adalah para pelaku pariwisata dari berbagai profesi, baik yang bekerja di hotel maupun yang bekerja sebagai tour guide. Dan yang bekerja di hotel atau restaurant harus mendapat rekomendasi dari pimpinan tempat mereke bekerja,” jelasnya.

Leonardus menjelaskan, ada dua rencana program prioritas IPI untuk beberapa tahun ke depan.

Pertama, melaksanakan kegiatan pelatihan  kompetensi, baik bagi anggota IPI maupun bagi pelaku pariwisata yang  belum bergabung organisasi itu.

“Untuk kegiatan ini rencananya kita akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat dan Dinas Pariwisata di Kabupaten lain,” ungkapnya.

Kedua, IPI akan mengadakan program Travel-mart dengan mengundang Tour-Tour Operator anggota IPI dari seluruh wilayah di Indonesia untuk hadir di Labuan Bajo.

Travel-mart, kata dia, adalah Perusahaan Tour &Travel yang mempunyai visi dan misi untuk mengembangkan industri pariwisata di tanah air.

 

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba