Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Selama Januari 2019, Ada 325 Pasien KLB DBD di Mabar
KESEHATAN

Selama Januari 2019, Ada 325 Pasien KLB DBD di Mabar

By Redaksi31 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasien DBD yang dirawat di RSUD Pratama Komdo-Mabar (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Pasien Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Manggarai Barat (Mabar), NTT tiap hari terus bertambah.

Data yang dihimpun VoxNtt.com dari Satgas penanganan darurat KLB DBD di Mabar sejak tanggal 1 sampai 31 Januari 2019, jumlah warga yang diserang DBD sebanyak 325 orang. Data ini belum termasuk jumlah pasien yang dirawat di RSUD Pratama Komodo Mabar.

Dominikus Hawan, Wakil Komando penanganan darurat LB DBD Mabar saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (31/1/2019), mengaku berbagai upaya penanganan DBD terus dilakukan.

Saat ini, kata dia, Satgas Mabar terus melakukan fogging di tempat rawan Virus Dengue yaitu Terang, Rekas, Wae Nakeng, dan Werang.

Untuk diketahui DBD telah ditetapkan sebagai kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Mabar.

Penetapan status darurat demam berdarah di Kabupaten Mabar berdasarkan keputusan Bupati Agustinus Ch Dulla Nomor:270/KEP/HK/2018.

Agustinus Ch Dula saat ditemui VoxNtt.com, Rabu (30/1/2019), meminta agar masyarakat Mabar juga turut membersihkan lingkungan masing-masing.

“Saya minta supaya kita masyarakat Mabar harus tetap menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing,” pintanya.

Dia mengatakan, saat ini SDM masyarakat yang harus diubah untuk melawan KLB DBD.

Lebih lanjut Gusti menjelaskan, tanggal 15 Februari 2019 Virus Dengue tidak lagi menjadi KLB.

“KLB DBD hanya sampai tanggal 15 Februari 2019,” tegasnya.

Gusti menambahkan, jika setelah tanggal 15 Februari DBD masih terus menyerang masyarakat Mabar, maka Pemda akan terus melakukan pencegahan Virus Dengue.

 

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Mabar
Previous ArticleTahun 2018, Ini Data Kasus Kematian Bayi dan Ibu di Puskesmas Danga
Next Article IPI Provinsi NTT Gelar Musyawarah Daerah

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.