Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»LGB Aeramo Tanam Bakau Putih di Sekitar Pantai Nagelewa
Regional NTT

LGB Aeramo Tanam Bakau Putih di Sekitar Pantai Nagelewa

By Redaksi1 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komunitas LBG sedang menanam 100 anakan Bakau Putih di wilayah zona dua atau di wilayah kali Nagelewa yang jaraknya sekitar 300 meter di wilayah pesisir pantai Nagelewa, Jumat (1/2/2019) pagi. (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kurang lebih 90 anak muda Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa yang tergabung dalam komunitas Laskar Batik Green (LBG) bersama sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Nagekeo menanam anakan Bakau Putih di kali yang terletak di wilayah pesisir pantai Nagelewa, Aeramo.

Selain penanaman anakan Bakau Putih, mereka juga mengoker anakan manggrof. Adapun tujuannya, adalah semata-mata untuk merawat ekosistem yang terdapat di wilayah itu. Selain itu, aktivitas yang dilakukan secara suka rela itu juga sebagai bentuk kecintaan LBG alam di desa itu.

Demikian diungkapkan Koodinator LBG, Jeck Ahi kepada Voxntt.com di sela-sela kegiatan penanaman anakan bakau di Nagelewa, Jumat (01/02/2019) pagi.

“Kita hari ini program kerjanya tanam Bakau Putih sebanyak 100 anakan di zona lapisan kedua di wilayah Pantai Nagelewa, Desa Aeramo. Selain tanam bakau, kita juga lakukan pengokeran anakan Manggrof,” ujar Jeck.

Menurut Jeck, mereka tidak menanam langsung di bibir pantai dan memilih menanam di bibir kali, tepatnya sekitar 300 meter dari bibir pantai. Hal itu kata dia, untuk melindungi tanaman tersebut dari amukan abrasi.

“Kita lebih memilih tanam di zona kedua atau di wiayah kali, karena untuk jangka panjang. Kalau saat ini kita tanam di wilayah pesisir pantai Nagelewa, saat ini terjadi abrasi. Itu hanya buang tenaga. Karena tidak menjamin untuk menahan air laut,” ujar Jeck.

Dia menambahkan, kegiatan ini adalah murni inisiatif dari anak-anak muda Aeramo yang tergabung dalam komunitas LBG tanpa campur tangan dari pihak pemerintah atau lembaga lainnya.

“Kita lakukan ini adalah bentuk kecintaan terhadap alam kami di Desa Aeramo. Tidak ada campur tangan dari pihak mana pun,” ujarnya.

Dikatakan Jeck, saat ini ancaman abrasi yang terus menggerus wilayah pesisir pantai adalah tanggung jawab bersama, masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan Kabupaten Nagekeo.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah dan DPRD harus terlibat aktif dalam upaya menyelamatkan wilayah pesisir tersebut sebelum menimbulkan korban material dalam jumlah yang besar.

“Kalau ini tidak segera ditangani secepatnya, tidak menutup kemungkinan ratusan hektare kolam yang ada di pesisir pantai Nagelewa akan hancur total. Bukan hanya itu, tetapi ekosistem yang ada akan habis dan tidak dapat dinikmati lagi oleh generasi muda Aeramo yang berikutnya,” tandasnya.

Penulis: Arkadius Togo

Editor: Boni J

 

 

Manggrof Nagekeo
Previous ArticleEntah Apa di Benak Tito dan Kalian?
Next Article Diduga Cabuli Bocah 4 Tahun di Ende, Pemuda Asal Nagekeo Dipolisikan

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.