Magdalena Nahas (50), Ketua Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI) Manggarai Timur (Foto: Dok. Pribadi)

Borong, Vox NTT-Magdalena Nahas (50), Ketua Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI) Manggarai Timur membantah tudingan yang beredar di balik program Indonesia Terang (IT) di kabupaten itu.

Program IT merupakan program melistriki desa-desa tertinggal yang letaknya jauh menyuruk di pelosok-pelosok Indonesia.

Sebelumnya, beredar tudingan dan isu yang menyebut bahwa program IT di Kabupaten Manggarai Timur merupakan program salah satu partai politik.

Dalam keterangan tertulis yang diterima  VoxNtt.com, Selasa (19/2/2019), wanita yang akrab disapa Leni Nahas itu, mengatakan program IT di  Manggarai Timur merupakan program Pemerintah Pusat.

“Saya selaku Ketua Gerakan Layan Tani Indonesia (GLTI) sekali lagi ingin menegaskan bahwa program bantuan Indonesia Terang yang akan disalurkan di Kabupaten Matim merupakan program bantuan langsung dari bapak presiden Joko Widodo yang disalurkan melalui GLTI,” pungkas Leni Nahas.

Hal itu dikatakannya untuk menampik isu yang beredar dan sedang menjadi buah bibir warga Matim bahwa program IT merupakan bantuan dari salah satu partai politik.

“Saya tekankan sekali lagi itu salah besar,” imbuh wanita kelahiran 1969 itu.

Leni Nahas mengaku sejauh ini pihaknya sudah membentuk satu tim yang bernama tim 9.

Tim ini nantinya akan dikerahkan ke sembilan kecamatan yang ada di Manggarai Timur.

Kendati tim itu terdiri dari beberapa anggota partai, namun kata dia, bukan berarti program IT merupakan program dari kumpulan partai-partai atau salah satu partai politik.

Sebagai Ketua GLTI, Leni Nahas mengimbau agar tim itu, selain bekerja untuk kepentingan publik mereka juga harus mampu membantu meluruskan isu tersebut di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada anggota tim yang menyebarkan isu tidak benar seperti ini. Karena saya akan mengambil tindakan tegas untuk itu,” tukasnya.

“Bekerjalah dalam sistem, utamakan  kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi,” sambung Leni Nahas.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba