Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bajawa Dapat Penilaian Kota Terkotor, Ini Respon Plt Bupati Ngada
Regional NTT

Bajawa Dapat Penilaian Kota Terkotor, Ini Respon Plt Bupati Ngada

By Redaksi26 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Ngada, Paulus Soliwoa (Foto: Vigonews.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, NTT dinobatkan menjadi salah satu kota kecil terkotor di seluruh Indonesia.

Predikat tersebut berdasarkan program Adipura periode 2017-2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Ngada, Paulus Soliwoa mengatakan, di balik penilaian tersebut hendaknya mengambil hikmah positif.

Paulus pun mengajak para Camat, Lurah, Kepala Desa dan semua elemen masyarakat agar bergotong royong untuk membersihkan di lingkungan masing-masing.

“Ini percuma Pemerintah bangun got dan saluran, sampah dan tanah penuh got, tidak ada yang mau angkat,” ujarnya  saat amanat apel kekuatan yang dipadukan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Lapangan Kartini Bajawa,  Senin (25/2/2019).

Menurut Paulus, gong kebersihan di Ngada sudah dicanangkan sejak 10 Maret 2014 lalu. Hal  ini dimaksudkan agar semua stake holders, mulai dari ASN sebagai penggerak, Camat, Lurah dan Desa, serta masyarakat  berjibaku menjaga kebersihan  lingkungan.

Kata dia, hal sederhana tapi berdampak besar yang bisa dilakukan seperti membuang sampah pada tempatnya, mengolah sampah menjadi barang bernilai dan memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa terpakai.

“Sampah itu bisa jadi musuh kalau tidak kita kelola dengan baik, bisa datangkan penyakit berbahaya, jangan main-main dengan sampah dan lingkungan yang kotor,” tegas Paulus.

Ia berharap agar para Lurah dan Kepala Desa bisa menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah masing-masing.  Jadwalkan gerakan masyarakat  secara gotong royong membersihkan lingkungan.

“Ngada sekarang sudah kejadian Luar Biasa Demam Berdarah, dengan 110 korban DBD,3 di antaranya meninggal dunia.  Ini wabah yang datang karena rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Jangan hanya harap petugas kebersihan. Petugas kebersihan itu, tugasnya di tempat umum, kalau depan rumah, urusan kita masing-masing,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selain mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,  juga harus menanam bunga di pekarangan rumah.

Menurut dia, Ngada dahulu selalu dikenal sebagai kota buah dan bunga. Agar hal itu bisa kembali hidup, maka di depan rumah harus menanam bunga.

“Jangan tanam jagung. Itu halaman rumah bukan kebun. Kalau mau tanam jagung, di belakang rumah atau kebun,” tegasnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Ngada Paulus Soliwoa
Previous ArticleFPPN Sebut Bupati dan Wabup Nagekeo Tipu Masyarakat
Next Article Aneka Tafsir Atas Mutasi

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.