Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»FPPN Sebut Bupati dan Wabup Nagekeo Tipu Masyarakat
Regional NTT

FPPN Sebut Bupati dan Wabup Nagekeo Tipu Masyarakat

By Redaksi26 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ratusan FPPN dan THL mendatangi Kantor Bupati Nagekeo beberapa bulan yang lalu (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Forum Pemuda Peduli Nagekeo (FPPN) bersama mantan Tenaga Harian Lepas (THL) menyebut Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakilnya Marianus Waja menipu masyarakat.

Pasalnya,  saat masa kampanye pada Pilkada kali lalu, Bupati Don dan Wabup Marianus menjanjikan bakal mengosongkan pengangguran di Kabupaten Nagekeo.

Sayangnya, di awal-awal kepemimpinan pasangan yang akrab disapa Paket Yes itu malah menciptakan pengangguran.

Buktinya,   Bupati Don dan Wabup Marianus  malah memecat 1.046 THL lingkup Pemkab Nagekeo tahun 2019 ini.

“Mana  janji Bupati dan Wakil Bupati dikatakan nol pengangguran?” tanya orator aksi unjuk rasa FPPN , Agustinus Bebi Daga di halaman Kantor Bupati Nagekeo, Selasa (26/2/2019) siang.

Sambil  Gusti berorasi, sebagian anggota FPPN berteriak “bupati dan wakil bupati tipu”

Gusti yang adalah mantan THL mengatakan, Pemda Nagekeo hanya merekrut orang untuk ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Sat Pol PP dan Damkar  tanpa melalui seleksi atau  sistem rekruitmen yang jelas.

Ia menilai proses rekrutmen tersebut tidak transparan dan tidak terbuka.

Menurut dia, perekrutan THL yang baru sarat kepentingan yang tentu saja berimplikasi  pada adanya diskriminasi.

“Kami menilai bahwa telah terjadi diskriminasi dalam perekrutan THL yaitu Pemda Nagekeo memutuskan untuk merekrut THL baru tanpa mempertimbangkan pengabdian, pengalaman, kualitas, kompetensi, skill dan kemampuan tenaga harian lepas yang sebelumnya telah mengabdi dan mengajukan lamaran,” ujar Gusti.

Bahkan, lanjut dia,  ada THL yang orangtuanya sudah meninggal karena memperjuangkan pembentukan Kabupaten Nagekeo malah tidak diakomodir.  Mereka malah diganti oleh orang baru.

“Misalnya di Dinas PUPR salah satu THL yang orangtuanya mati gara-gara memperjuangkan pembentukan Nagekeo mereka ganti Jimi Lotak yang adalah Tim sukses paket Yes itu sendiri,” ujarnya.

Disaksikan VoxNtt.com,  di depan halaman Kantor Bupati Nagekeo tampak Wakil BupatiMarianus Waja bersama beberapa pimpinan OPD menyambut para demonstran.

Wabup Marianus Waja kepada awak media usai mendengar orasi dari FPPN mengatakan,  unjuk rasa merupakan sebuah hal yang lumrah.

Ia menganjurkan, sebaiknya  FPPN melakukan audiensi dengannya, sehingga bisa menjelaskan secara detail terkait perekrutan THL.

Wabup Marianus juga merespon orasi FPPN dan mantan THL yang menyebut Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo menipu karena janjinya tidak ditepati.

Ia mengatakan,  pihaknya tidak menipu. Yang dimaksudnya nol penggangguran itu, jelas dia,  adalah ada cara lain yang saat masih dalam proses kajian.

“Tidak selamanya mereka tidak direkrut menjadi THL bahwa itu dikatakan penambahan pengangguran. Tapi kita masih melakukan kajian. Dan dengan cara lain kita lakukan untuk nolkan pengangguran,” ujarnya sedikit kecewa dengan pernyataan FPPN yang menyebut telah menipu masyarakat.

Menurut Wabup Marianus, ia dan  Bupati Don  tidak ingin para THL diberhentikan. Namun demikian, pemberhentian THL tersebut karena ada regulasi yang mengatur. Sampai saat ini, kata dia,  masih dalam taraf pengkajian yang mana harus diperioritaskan.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

THL THL Nagekeo
Previous ArticleCara OMK di Matim Bangun Persaudaran Ekologis
Next Article Bajawa Dapat Penilaian Kota Terkotor, Ini Respon Plt Bupati Ngada

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.