Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Warga Desa Bangka Arus Keluhkan Ketiadaan Kantor Desa dan Poskesdes
VOX DESA

Warga Desa Bangka Arus Keluhkan Ketiadaan Kantor Desa dan Poskesdes

By Redaksi26 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Warga Desa Bangka Arus, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, keluhkan ketiadaan kantor desa dan pos kesehatan desa (poskesdes) di wilayah itu.

Seorang warga yang enggan namanya dimediakan mengaku, pembangunan kantor desa dan poskesdes sudah dianggarkan.

“Poskedes dan kantor desa yang fatal sekali, sudah ada semua dalam musrembangdes dan musdus tetapi sekarang tidak ada bangunan fisik,” keluh sumber itu saat menghubungi VoxNtt.com, Selasa (26/2/2019) sore.

Sumber itu juga mengatakan, Kepala Desa Bangka Arus melakukan penyelewengan dana desa (DD), lantaran pembangunan poskesdes yang bersumber dari DD senilai Rp 150.000.000 sampe saat ini belum dibangun.

“Musrembangdes untuk poskedes dianggarkan tahun 2018, dan sekarang sudah jalan dua periode kantor desa juga tidak ada,” ujarnya.

Kepala Desa Bangka Arus, Eduardus S. Jehani, saat dikonfirmasi VoxNTT.com, membenarkan keluhan tersebut.

Diakuinya, pembanguanan poskedes sudah dianggarkan namun belum memiliki dana.

“Memang belum ada poskesdes, sudah dianggarkan tapi dananya belum ada, belum keluar dananya,” imbuhnya.

Eduardus juga mengatakan, anggaran untuk tahap ketiga tahun 2018, juga belum keluar.

“Itu poskesdes, kantor desa juga begitu, itu dari ADD tahun 2017. Saya juga kurang tahu berapa alokasinya, itu juga dipending dari kabupeten, tidak,” imbuhya.

Terkait rencana pembangunan kedua bangunan itu, menurutnya sangat bergantung pada dana.

“Kita sudah anggarkan sekian-sekian berdasarkan juknis, kesepakatan dari musrembangdes,” ujarnya.

“Untuk sementara begitu saja, untuk pembangunan itu, dari dana desa tahap ketiga tapi kan belum cair,” tambah Eduardus.

Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui secara pasti jumlah dana yang dianggarkan. Padahal menurut pengakuan warga, untuk pembangunan poskesdes saja Rp 150.000.000.

“Saya tidak tahu persis angkanya, pokonya ada dulu dana,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon

Editor: Boni J

Desa Manggarai Timur
Previous ArticleLetkol Inf Ari Nugroho Pimpin Kodim 1605/Belu
Next Article Besok Akbar Tandjung ke Belu

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.