Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Sambi Rampas Bantuan Pemkab Matim Diduga Salah Sasaran
Regional NTT

Di Sambi Rampas Bantuan Pemkab Matim Diduga Salah Sasaran

By Redaksi4 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, NTT berupa alat penangkapan ikan kepada masyarakat Kecamatan Sambi Rampas diduga tidak tepat sasaran.

Bantuan tersebut diduga mubazir lantaran tidak dipakai dan dibiarkan begitu saja.

Madi salah seorang warga Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas mengaku bantuan Pemda Matim banyak yang tidak tepat sasaran.

“Masa orang yang tinggal di gunung atau petani dikasih pukat dan alat penangkap ikan,” keluh Madi saat ditemui VoxNtt.com, Jumat (1/3/2019) lalu.

Madi mengaku, sudah tujuh tahun ia bekerja sebagai penampung ikan di wilayah itu. Namun, ia dan beberapa nelayan tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah.

“Kami pakai alat sendiri dan beli sendiri,” ujarnya.

Diakuinya juga, lima buah viber yang ada di wilayah itu tidak diberikan kepada nelayan.

Madi sendiri menyayangkan bila bantuan itu tidak dimanfaatkan dan dibiarkan mubazir.

Di lain sisi, kata Madi, tempat pelelangan ikan (TPI) di wilayah itu juga mubazir.

Padahal dari informasi yang dihimpun VoxNtt.com, bangunan itu dibangun pada 2015 silam dengan total anggran Rp 1,6 Miliar.

Bangunan itu sempat roboh dan dibangun kembali pada 2017 lalu. Namun, hingga kini tidak dimanfaatkan oleh nelayan.

“Waktu itu menjadi tanggungan kontraktor dengan nilainya sekitar Rp 800.000,” imbuh salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan.

Pantauan VoxNtt.com, bangunan itu dipenuhi sampah dan ditumbuhi rumput-rumput liar. Bahkan di bagian dalam dipenuhi kotoran ternak warga.

Di lokasi yang berbeda, ada sebuah dermaga yang hingga kini belum dimanfaatkan.

Menurut pengakuan warga, dermaga itu dibangun pada 2016 lalu, namun belum digunakan sampai saat ini.

“Itu katanya harus dibangun tambah lagi karena sekarang airnya sangat dangkal, sehingga kapal tidak bisa sandar di situ,” ujar Madi.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleKetika Don Bosco-Marianus Waja Dicap “Penipu”
Next Article Mungkinkah Otonomi dan Independensi Media Ada?

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.