Ilustrasi (Foto: Pixabay)

*) Puisi-Puisi Ipin Doke

Doa Sekelopak Bunga

Hari ini masih ada malam.

Dalam rahasia gulitanya,

disembunyikannya kecantikan kelopak bunga itu.

 

Ada seekor kumbang

Di sisi yang berjauhan dari bunga teduh itu.

Dalam hatinya ia menggerutu,

“tidak ada yang lebih tega dari malam.

Ditindasnya bunga yang tak berdaya

dengan kepekatannya.”

 

Diam-diam bunga itu berdoa,

“Terima kasih Dikau yang menciptakan malam,

padanya Kau titipkan terang yang besok terpancar dari kelopakku.  

Terima kasih Dikau yang menciptakan malam,

padanya kau hembuskan keharuman doa yang menyerbak dari serbuk-serbuk sariku.”

Ritapiret, Maret 2019

Bibliotek

Di sini aku merasa sangat mencintaimu

Pada tumpukan koran di sudut-sudut bisunya

 

Karena kau:

Menjelma berita

Yang menampilkan fakta tentang dunia yang nyata,

Tentang bahagia surga yang terlalu tinggi dan

Kengerian neraka yang tak tergantikan mengaduk rasa;

Menjelma puisi

Yang mengekspresi hidup sebagai seni

Entah itu imannya, duka, derita, kengerian, atau segala

Kerumitannya secara sederhana.

Tapi,

Sesekali jika kau menjelma iklan

Kan kutunjuki kau bahwa hidup sudah indah

Tanpa perlu mengganti rupa,

Tanpa perlu dibuat-buat, tanpa perlu diubah-ubah;

Hidup sudah bermakna sejak dalam batinmu.

Ritapiret 2018

Bagaimana Berhadapan dengan Kesia-Siaan?

Aku tak tahu sore itu berharga bagimu.

Kau bergairah mengukir seluruh siluet,

Tarian pada senja yang terbentang di depan kaca mataku.

Aku memilih diam saja

Agar tak kehilangan harmoni yang sedang terjadi.

 

Sejenak aku merasa sedang membaca berita bagus dari masa depan.

Namun ingatan cepat-cepat meyadarkanku

Bahwa cinta boleh jadi adalah sepasang jejak kaki pada tepi pantai.

Sebab kau mungkin sedang latihan untuk bergaya di depan kamera

Dan aku hanya penikmat pertama yang mengagumi parade potretmu.

 

Aku cukup berharap pada cakrawala

Sekalipun ia menelan mentari sampai tak berbekas lagi,

Toh dihembuskannya jua fajar pengharapan –

Sehingga Sisifus tidak bersalah

Jika tak berhenti berusaha memikul batu ke puncak bukit

Walau terus menggelinding jatuh.

 

Cinta memang tak perlu memiliki

Sebab Pungguk harus sadar,

Cahaya bulan hanya bisa membelainya dengan mesra

Saat ia selalu merindukannya.

Ritapiret,  November 2018

*Ipin Doke adalah penikmat puisi. Sekarang bergiat di komunitas sastra Teter Tanya Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret.