Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bupati Matim: Di dalam Jiwa yang Sehat Terdapat Tubuh yang Sehat
KESEHATAN

Bupati Matim: Di dalam Jiwa yang Sehat Terdapat Tubuh yang Sehat

By Redaksi29 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas didampingi ketua DPRD Matim, Lucius Modo saat menerima kempok sundung.(Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas mengatakan dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat.

Hal itu disampaikannya, saat syukuran dan peresmian puskesmas afirmasi Waelengga, yang dipaduhkan dengan peresmian 4 puskesmas baru yakni, Kisol, Peot, Lenang dan Runus, di Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kamis (28/3/2019).

“Kalau dulu guru olahraga bilang “mensana in corpore sano” (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat) terbalik sekarang di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat,” ujarnya.

Bupati Agas mengatakan  yang paling penting adalah membangun jiwa.

“Bagun jiwanya dan bangunlah badannya, sprit hidup, baru badanya,” ucapnya.

Dikatakannya, 70 persen sakit dikarenakan jiwa yang tidak tenang.

“Jiwa yang penuh dengki, jiwa yang penuh iri, jiwa yang melihat orang lain sukses kita setengah mati di sini, itulah jiwa-jiwa yang membuat kita sakit,” imbuhnya.

” 70 persen sakit disebabkan oleh jiwa yang tidak betul, maka bangunlah jiwanya,”  tegas Agas untuk kedua kalinya.

Menurutya, pelayanan yang baik merupakan bagian dari sentuhan jiwa.

Ia pun berharap, palayanan publik di puskemas harus dilakukan dengan sentuhan jiwa. Jika demikian pasti pasien akan sembuh.

“Jadi kesembuhan jiwa lebih prioritas, lebih pertama daripada kesembuhan badan,” ujarnya.

Dia juga berharap keberadaan puskemas tidak hanya menjadi tempat untuk orang sakit, tetapi menjadi tempat untuk konsultasi kesehatan.

“Mesti di periksa ini tempat untuk konsultasi kesehatan, datang ke sini dan tanya mereka,” ujarnya.

‘Lebih baik dicegah sejak dini daripada kita sakit mau mati, baru bawah ke rumah sakit,” sambungnya.

Selain itu bupati Agas juga berjanji, tahun 2020 akan membangun satu puskesmas di Lete, Kecamatan Kota Komba.

“Satu kalau lihat mereka saya teringat saya punya janji, tahun depan,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Ande Agas Manggarai Timur
Previous ArticleProgram Berarti Tuntas Juli 2019, Ketua DPRD TTU: Jangan Hanya Launching
Next Article Siswi SD di TTU Diduga Jadi Korban Pencabulan

Related Posts

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Pelaku Injak Bantuan Gempa di Manggarai Timur Terungkap Usai Video Viral

8 September 2026
Terkini

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.