Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»1000 Hektare Lahan di Aesesa Dialihfungsikan Jadi Ladang Jagung
Ekbis

1000 Hektare Lahan di Aesesa Dialihfungsikan Jadi Ladang Jagung

By Redaksi1 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Ada 1.000 hektare lahan sawah di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo akan dialihfungsikan menjadi ladang jagung.

Hal itu untuk mengubah kalender tanam dan pola tanam yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Alih fungsi lahan dinilai baik untuk mengoptimalkan produktivitas para petani Nagekeo.

“Berdasarkan hasil rapat kita bahwa pada bulan Juni 2019 pada skunder 1, ada 1000 hektare lahan sawah milik petani akan dialihfungsi menjadi ladang jagung,” ujar Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Nagekeo, Gaspar Taka saat dihubungi VoxNtt.com, Senin (01/04/2019).

Gaspar mengatakan, wilayah sekunder lainnya pengolahan lahan sawah masih seperti biasanya.

“Bulan Juni 2019 ini, kita uji coba dulu 1000 hektare sawah di skunder 1 untuk menjadi ladang jagung. Sedangkan sekunder lainnya kerja seperti biasa,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Nagekeo, Wolfgang Lena membenarkan hal itu. Ia mengatakan, bulan Juni 2019 akan melakukan tutup tanam.

“Ia benar bulan Juni ini kita tutup tanam. Dan wilayah yang tutup tanam padi itu akan dialihfungsikan menjadi ladang jagung,” ujarnya.

Namun Lena tidak menjelaskan secara detail wilayah mana yang akan dialihfungsikan menjadi ladang jagung tersebut.

“Pak nanti tanya di Pak Kabag Humas yang lebih tahu wilayah mana yang akan tutup tanam. Biar supaya kita satu pintu informasi,” ujarnya.

Menurut Lena dengan menanam jagung bakal bisa membunuh hama yang ada. Sebab jagung dinilai obat yang sangat ampuh untuk membunuh hama.

Tanaman jagung juga bisa mengubah struktur tanah. Sehingga bisa mengoptimalkan hasil panen para petani.

“Soal bibit jagung pemerintah pusat yang siapkan,” katanya.

Dikatakan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo bukan hanya menyiapkan bibit jagung.

Bahkan Pemerintah kabupaten Nagekeo siap mendatangkan pembeli jagung. Hal itu agar petani tidak lagi mencari pembeli.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Distan Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleTolak Mutasi ke Pulau Ende, ASN Ini Mengamuk Saat Acara Pelantikan
Next Article Buntut Saling Klaim Pemilikan Tanah, Stefanus Polisikan Danial

Related Posts

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026

KPK Diminta Awasi Pengelolaan Dana Bantuan Bencana di Nagekeo

22 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.