Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kepala Puskesmas Waelengga Bantah Pernyataan Keluarga Almarhum Agri
KESEHATAN

Kepala Puskesmas Waelengga Bantah Pernyataan Keluarga Almarhum Agri

By Redaksi1 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Puskesmas Waelengga, Wolfry Yosep Daiman (Foto: Dok Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala UPTD Puskesmas Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Wolfry Yosep Daiman, membantah pernyataan dari kelurga almarhum Aprilianto Agriano Alfredo (14) alias Agri.

Agri sendiri tewas setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di deker Sangan Langa Jeremboro, Kecamatan Kota Komba pada Rabu, 27 Maret 2019 lalu.

Baca Juga: Keluarga Aprilianto Kesal dengan Pelayanan Puskesmas Waelengga

Dari press release yang diterima VoxNtt.com, Senin (01/04/2019), Daiman mengaku bahwa benar ada petugas piket yang melayani Agri.

Namun kata dia, bukan petugas kesehatan yang menghubungi keluarga, sebagaimana pengakuan Elias L. Tobi selaku kakak sepupu korban Agri.

Terkait pengakuan Elias yang menyebut “oh tidak apa-apa, tidak ada masalah, kamu boleh bawa pulang”, Daiman menjelaskan, pernyataan itu tidak benar. Sebab pada saat itu pasien Agri sudah mendapat perawatan luka secara medis dan sudah dilakukan observasi.

Sedangkan pernyataan “kamu boleh bawa pulang”, Daiman membenarkan hal itu. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu pasien Agri dalam keadaan sadar.

“Jadi tidak benar kami pulangkan pasien dalam keadaan tidak sadar,” ujarnya.

Diakuinya, pada saat pulang Agri diberikan obat kompres berupa Rivanol dan obat minum untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

Terkait surat rujukan, kata dia, pihak Puskesmas Waelengga sudah memberikan sesuai dengan indikasi penyakit ataupun sesuai permintaan dari keluarga pasien.

Menurut Daiman, hasil pemeriksaan keadaan umum pasien Agri pada saat itu baik. Sehingga tidak dirujuk atas pertimbangan indikasi penyakit.

“Kami tidak pernah membatasi keluarga atau pasien untuk memohon surat rujukan. Petugas kami selalu siap, namun saat itu tidak ada permintaan dari keluarga untuk dirujuk,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu yang melayani pasien ada satu dokter dan dua perawat.

Daiman melanjutkan, waktu itu pasiennya bukan dalam keadaan tidak sadar. Dia pulang dalam keadaan sadar.

Namun, sebelum pulang petugas menganjurkan tidak diurut dan apabila ada keluhan berupa mual, muntah, serta keluhan lainnya agar cepat dibawa ke puskesmas.

”Setelah pulang, sampai di rumah tidak ada informasi selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Daiman juga mengaku, salah satu petugas yang melayani saat itu juga keluarganya korban.

Ia menambahkan, terkait pernyataan mengenai saat itu Puskesmas Waelengga dalam keadaan sibuk itu benar.

Namun, petugas piket UGD tetap melayani pasien 24 jam.

“Saat almarhum Agri dirawat, ada pasien lainnya yang sedang dirawat inap di puskesmas,” aku Daiman.

Atas peristiwa itu, ia pun berharap kepada semua masyarakat kalau ada pengaduan atau pelayanan yang kurang memuaskan hendaknya dikonfirmasi langsung ke Kantor UPTD Puskesmas Waelengga.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Puskesmas Waelengga
Previous ArticleKasus Pencurian Sapi di Biboki Utara TTU Meningkat
Next Article Tolak Mutasi ke Pulau Ende, ASN Ini Mengamuk Saat Acara Pelantikan

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.