Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Meski Sudah Janji Perbaik, Jalan Benteng Jawa-Necak Masih Rusak
NTT NEWS

Meski Sudah Janji Perbaik, Jalan Benteng Jawa-Necak Masih Rusak

By Redaksi4 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kerusakan di jalan Benteng Jawa-Necak, tepatnya di pendakian kali Wae Wina (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Kondisi lapen jalan Benteng Jawa-Necak di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga kini masih memprihatinkan.

Pasalnya, baru beberapa bulan selesai dikerjakan, proyek lapen tersebut sudah rusak di beberapa titik. Itu terutama dari Kampung Golo Waso hingga simpang Necak.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (04/04/2019), kerusakan paling parah terdapat di dekat asrama SMAN 1 Lamba Leda. Di titik ini aspal sudah rusak dan pecah-pecah.

Konstruksi batu kerikil yang direkat dengan semen aspal tampak sudah terkupas. Bahkan, di tengah badan jalan tampak moncong ke atas hingga batu telford sudah jelas terlihat.

Kerusakan serupa juga terjadi di pendakian Wae Wina. Di titik ini, kondisi aspal lebih parah dari sebelumnya. Aspal jalan sudah terkupas keluar (stripping).

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Matim Yosef Marto berjanji akan segera memperbaiki kerusakan pada proyek lapen Benteng Jawa-Necak.

Baca Juga: Jalan Benteng Jawa-Necak Jadi Langganan Kerusakan

Ia menyebut kerusakan di atas ruas jalan tersebut menjadi perhatian Pemkab Matim.

“Kalau ada kerusakan, kami akan suruh (rekanan) kerja ulang,” janji Marto kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin 7 Januari lalu.

Sayangnya sudah tiga bulan berlalu, janji itu tak kunjung dijalankan. Aspal jalan di jalur Benteng Jawa-Necak itu pun masih dibiarkan rusak tanpa perbaikan.

Walau memang terpantau di beberapa titik kerusakan, tampak tumpukan material kerikil. Material ini dikabarkan untuk melakukan perbaikan titik yang rusak.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, proyek lapen tersebut menelan anggaran sebesar Rp 3.790.182.173,34 dari Dinas PUPR Matim tahun 2018. Proyek dikerjakan oleh PT Bumi Cakra Persada.

Penulis: Ardy Abba

Benteng Jawa-Necak Manggarai Timur
Previous ArticlePemkab Dukung Percepatan Pembangunan Polres Matim
Next Article Komodo yang Hendak Diselundupkan Bukan dari TNK

Related Posts

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.