Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Jubir PSI: Kami Tak Ingin Tertular dari Partai Lain
Pilkada

Jubir PSI: Kami Tak Ingin Tertular dari Partai Lain

By Redaksi8 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Segenap kader PSI hadir saat acara Safari Tolerasi bersama Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan jubir PSI Rian Ernest di Aula Syuradikara Mart Ende (Foto: Valend)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest menilai kerja-kerja partai nasionalis senior di Indonesia sungguh tidak memuaskan, terutama mengatasi tindakan intoleransi dan praktik korupsi di Indonesia.

Problematika bangsa pasca reformasi khusus dua masalah ini justru terjadi luar biasa.

“Karena tidak memuaskan, maka syarat kita adalah mulai dengan hal yang baru. Kita bentuk partai baru dengan tidak menerima pengurus partai yang lama. Kalau kita terima maka, tertular sudah penyakitnya,” katanya di Ende usai kegiatan Safari Toleransi bersama Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Aula Syuradikara Smart, Minggu (07/04/2019).

Ernest menegaskan, PSI tidak ingin tertular dua masalah itu dari partai senior di Indonesia. PSI bertekad untuk menghentikan dua tindakan tersebut di tanah air.

“Jadi, kami tak ingin tertular dari partai lain. Karena itu bagian dari tekad kita,” ucap dia.

Dengan itu, jelas Ernest, PSI melakukan seleksi kader melalui panitia seleksi independen dengan berbagai ketentuan. Misalnya, menjadi kader bukan dari partai lain.

Kemudian, pengurus maksimal berusia 45 tahun, berenergi dan berjiwa nasionalis.

“Tujuan safari ini adalah untuk meyakini masyarakat bahwa PSI berbeda dengan partai lain. Setiap kader harus mempunyai nilai dengan melawan korupsi, melawan intoleran,” jelas Ernest.

Ia berharap kepada seluruh kader PSI di tanah air untuk dapat memberikan pendidikan politik yang beritikad baik sesuai arah gerak partai.

Selain itu, para kader diharapkan untuk menyukseskan pemilu 2019 dengan memberi keyakinan masyarakat terhadap PSI.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende PSI
Previous ArticleSekda Matim: OPD Perlu Identifikasi dan Analisis Risiko
Next Article Monumen Laka Lantas Segera Dibangun di Labuan Bajo

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026
Terkini

158 Rumah di Kecamatan Welak Rusak Berat Akibat Gempa

15 Agustus 2026

Pengungsi Mandiri di Pesisir Utara Nagekeo Terlantar, Kekurangan Air dan Logistik

15 Agustus 2026

Keuskupan Ruteng Imbau Misa Minggu Digelar di Tempat Aman Pascagempa

15 Agustus 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026

Pasutri di Wae Ri’i Tewas Tertimpa Tembok Rumah Akibat Gempa

15 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.