Para pemateri dalam diskusi publik di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Minggu (14/04/2019) (Foto:Ardy Abba/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Pastor Dr. Max Regus, seorang dosen di STKIP Santu Paulus Ruteng menyatakan, kaum muda milenial harus memiliki tabung ilmu pengetahuan agar mampu menjadi bagian dari transformasi dunia.

“Keberadaan kaum muda milenial saat ini sedang diperhadapkan dengan epistemological challenges atau tantangan ilmu pengetahuan,” ujar Max saat hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Minggu (14/04/2019).

Diskusi publik dalam rangka pelantikan Ketua Presidium PMKRI Ruteng Ignasius Padur tersebut mengangkat tema “Kontribusi Pemuda dalam Kemajuan Daerah”.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir, ia mendefinisikan pemuda adalah nabi masa kini serentak menjadi gembala masa depan. Keberadaan ini tentu saja adalah panggilan sejarah.

Pemuda juga, kata Max, adalah sebuah entitas nilai moral, spiritual, memiliki kekuatan mengingatkan, dan terus berusaha menampilkan solusi atas pelbagai masalah yang dihadapi.

Di atas pundak pemuda memikul beban masa depan bangsa dan Negara. Dengan kata lain, lanjut dia, pemuda adalah pemilik masa depan.

“Kalau mau menjadi nabi masa kini atau merancang gembala masa depan, kita harus punya tabungan ilmu pengetahuan  yang cukup. Kita harus membaca konteks kehidupan dan perubahan yang terjadi,” ujar penulis buku “Diskursus Politik Lokal” tersebut.

Sebagai orang yang mampu meramalkan masa depan, maka pemuda perlu memiliki pundi-pundi pengetahuan yang cukup.

Menurut Max, salah satu caranya yakni dengan rajin membaca untuk mengisi ruang kosong dalam otak pemuda.

Penulis: Ardy Abba