Pelantikan Ignasius Padur sebagai Ketua Presidium PMKRI Ruteng di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Minggu 14 April 2019

Ruteng, Vox NTT- Ignasius Padur resmi dilantik menjadi Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng.

Ignasius dilantik oleh Presidium Pengembangan Organsisasi Pengurus Pusat PMKRI, Marsianus Wawo Daso di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Minggu (14/04/2019).

Ketua yang menggantikan Servasius Sarti Jemorang itu menyatakan, ada dua orentasi dalam kepemimpinannya selama satu tahun ke depan. Keduanya yakni, optimalisasi pembenahan internal dan eksternal.

Ignasius menjelaskan, pembenahan internal menjadi sangat penting dilakukan mengingat saat ini konteks persaingan sangat ketat.

Persaingan sekarang, kata dia, bukan lagi seperti zaman dahulu yang hanya mengandalkan ijazah, tetapi tentang kualitas, skill, kreativitas dan inovasi.

Dalam upaya mewujudkan itu, pendidikan informal dan nonformal seperti pelatihan akan diperhatikan secara serius oleh PMKRI Ruteng ke depan.

”PMKRI harus mampu mendesain pelatihan-pelatihan untuk memperkuat kapasitas intelektual dan kreativitas kader,” tegas Ignasius dalam sambutannya.

Selanjutnya, orientasi pembenahan eksternal bakal digarapnya berdasarkan rekomendasi Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XIV.

Salah satu rekomendasi dalam rapat umum tertinggi di tingkat cabang tersebut memutuskan agar selama satu tahun ke depan, PMKRI Ruteng bakal turun ke desa-desa.

Kader PMKRI Ruteng akan turun ke desa untuk melakukan pendampingan yang tentu saja bermuara pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia masyarakat.

“PMKRI Ruteng mesti menyumbangkan sesuatu yang bernilai kepada masyarakat desa,” katanya.

Sementara itu, Presidium Pengembangan Organsisasi Pengurus Pusat PMKRI, Marsianus Wawo Daso dalam sambutannya mengatakan, PMKRI harus menjadi mitra kritis, bukan taktis.

Marsianus menjelaskan, sebagai mitra kritis, PMKRI harus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan spirit pembangunan.

Ia melanjutkan, PMKRI tidak boleh menjadi mitra taktis. Karena itu tidak boleh terlibat dalam politik praktis, apalagi mendukung calon tertentu dalam Pemilu

KR: Yonas Jehadur
Editor: Ardy Abba