Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok
MAHASISWA

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

By Redaksi12 April 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi Universitas Katolik (UNIKA) St. Paulus Ruteng saat menggelar asistensi perayaan Paskah 2026 di Stasi Mocok, Paroki Arnoldus Janssen Ponggeok (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Sebanyak 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi Universitas Katolik (UNIKA) St. Paulus Ruteng menggelar asistensi perayaan Paskah 2026 di Stasi Mocok, Paroki Arnoldus Janssen Ponggeok.

Kegiatan ini berlangsung atas permintaan Ketua Dewan dan pimpinan stasi setempat serta mendapat dukungan dari pihak program studi dan lembaga universitas.

Koordinator asistensi Paskah, Teobaldus Eventus mengatakan, kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan membawa semangat kebangkitan bagi mahasiswa dan umat.

“Asistensi berjalan lancar dan sukses berkat kerjasama yang baik. Semua berharap semoga spiritualitas paskah kebangkitan Kristus membangkitkan kehidupan spiritual mahasiswa dan umat,” ujarnya.

Teobaldus menjelaskan asistensi Paskah tahun ini kental dengan nuansa budaya Manggarai. Rombongan mahasiswa dan pendamping diterima secara adat melalui rangkaian ritual seperti adak curu dan kapu, yang didahului dengan adak tesi boto babang agu bentang, yakni pemberitahuan kepada leluhur atas kehadiran tamu.

Kegiatan budaya juga mencakup diskusi di tiga rumah adat (mbaru gendang), yakni Mocok, Mucu, dan Mori. “Isi diskusi budaya adalah tentang pangan lokal yang menjadi makanan ritual orang Manggarai,” katanya.

Selain diskusi, mahasiswa menggelar latihan dan pementasan tarian tradisional tiba meka yang diiringi gong dan gendang. Tarian tersebut dibawakan dalam malam kesenian oleh mahasiswa, termasuk Jessy Jalong dan rekan-rekannya.

Pada kesempatan yang sama, mahasiswa lainnya, Delia Kojo, membacakan puisi Manggarai berjudul Manik Molas Manggarai. Komunitas adat Beo Mocok juga turut menampilkan kesenian mbata Betong Melo di bawah pimpinan Kepala Desa Mocok, Benediktus Nagur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan katekese di 14 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) di Stasi Mocok dengan tema terkait sinode.

Pendekatan inkulturatif menjadi salah satu ciri utama, yang tampak dalam pelaksanaan liturgi selama Trihari Suci hingga Minggu Paskah.

Nuansa inkulturasi terlihat dalam penggunaan bahasa Manggarai, busana adat, serta ritual seperti torok tae dalam persembahan.

Pada Jumat Agung, umat menampilkan lorang (tangisan ritual puitis) dan pembacaan kisah sengsara Yesus dalam bahasa daerah. Perayaan Misa Paskah juga dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa dan nuansa adat Manggarai.

“Misa inkulturatif ini dipersiapkan dan dipimpin oleh Rm. Inosensius Sutam,” jelas Teobaldus.

Selain kegiatan liturgi, mahasiswa bersama umat mengadakan kegiatan ekologis dengan menanam berbagai jenis pohon, seperti salam, ara, jati putih, pucuk merah, dan mahoni.

Penanaman dilakukan di lingkungan SDI Mocok, kantor desa, kampung, serta sumber mata air Waé Teku di tiga gendang: Mocok, Mucu, dan Mori.

Berbagai pihak mengapresiasi kegiatan ini. Ketua Stasi Mocok, Sofia Dusat, menyampaikan terima kasih atas kontribusi mahasiswa dalam perayaan Paskah tahun ini.

Kepala Desa Mocok, Benediktus Nagur, juga menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat dan budaya lokal.

Ketua Panitia Paskah Stasi Mocok, Ferdinandus Tasak, menyebut asistensi kali ini berbeda karena memadukan unsur budaya dan kegiatan ekologis.

Sementara itu, tokoh perempuan setempat, Maria Jun, menilai kegiatan tersebut memperkuat pesan inkulturatif dan berharap dapat terus dikembangkan pada masa mendatang. [VoN]

Stasi Mocok Unika Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticlePolres Manggarai Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Warga Laci Carep
Next Article Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa

Related Posts

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.