Borong, VoxNTT.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unika St. Paulus Ruteng, gabungan kelas 2024G dan 2025J, melaksanakan asistensi Paskah di Stasi St. Paulus Wae Nenda, Paroki Benteng Jawa. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa di tengah suasana Pekan Suci.
Kehadiran mahasiswa disambut umat setempat dan diisi dengan keterlibatan dalam persiapan liturgi hingga prosesi Paskah. Interaksi sehari-hari membentuk dialog iman yang berlangsung secara alami dalam suasana sederhana.
Ketua Panitia Pelaksana Mahasiswa PGSD Unika Ruteng, Kristianus Aster mengatakan, kegiatan ini menekankan pembelajaran karakter bagi mahasiswa.
“Kami belajar bahwa melayani berarti berani merangkul kekurangan,” ujarnya.
Aster menilai ketulusan umat di Wae Nenda menjadi pelajaran penting di luar ruang kelas. Semangat umat dalam keterbatasan disebut menjadi cermin bagi mahasiswa sebagai calon pendidik.
Mahasiswa juga mencatat kuatnya spiritualitas umat di tengah keterbatasan fasilitas. Mereka menyaksikan langsung antusiasme umat dalam merayakan kebangkitan Kristus meski akses dan sarana terbatas.
Kegiatan ini, kata Aster, menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika diabdikan kepada masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk karakter mahasiswa agar lebih matang dan memiliki empati sebagai calon guru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga kesadaran tentang pentingnya peran intelektual dalam memberi dampak positif bagi masyarakat.
Ketua Panitia Perayaan Paskah 2026 di Stasi Wae Nenda, Foyensius Timo mengatakan, kunjungan mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng dalam rangka asistensi perayaan Paskah di pusat perayaan Wae Nenda membawa sejumlah pesan penting bagi umat, yakni cinta, pengorbanan, dan persaudaraan sejati.
“Ketiga pesan ini memiliki makna tersendiri,” kata Foyen.
Ia menjelaskan, mahasiswa menunjukkan cinta kepada Tuhan dan sesama melalui keterlibatan dalam kegiatan asistensi tersebut, sekaligus menumbuhkan iman umat Katolik.
Selain itu, mereka juga dinilai telah menunjukkan pengorbanan dengan meninggalkan keluarga saat Paskah, mengerahkan tenaga selama latihan, serta menempuh perjalanan jauh dengan kondisi jalan yang rusak.
Menurut Foyen, kegiatan itu juga mencerminkan persaudaraan sejati, terlihat dari kebersamaan para mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang namun mampu bekerja sama hingga kegiatan selesai.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa turut meningkatkan semangat Orang Muda Katolik (OMK) di Wae Nenda dan Bangka Jari, yang sejak awal telah menunjukkan antusiasme untuk berkolaborasi dan saling memahami.
Selain itu, partisipasi umat dalam perayaan Ekaristi sejak Kamis Putih hingga Minggu Paskah disebut berlangsung dengan penuh hikmat dan antusias, yang menunjukkan meningkatnya semangat iman umat di pusat perayaan Wae Nenda. [VoN]

