Borong, VoxNTT.com – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Kabupaten Manggarai Timur di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu, 1 Mei 2026, diisi dengan bedah buku berjudul Gigih Sebuah Catatan Pengabdian karya Ir. Boni Husadungan Siregar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas dedikasi Boni Siregar menjelang masa purna tugasnya beberapa bulan mendatang.
Dalam sesi ulasan buku, Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Mantovanny Tapung mengangkat tema “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati”.
Ia menyoroti tantangan zaman modern melalui perspektif pemikiran filsuf Jean Baudrillard tentang simulacra, yakni kondisi ketika representasi dianggap lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri.
Menurut Mantovanny, masyarakat saat ini hidup dalam pusaran hiperrealitas yang tampak saling terhubung dan harmonis, tetapi kerap kehilangan makna pengabdian yang sesungguhnya.
“Di tengah budaya pencitraan dan viralitas, kita sering terjebak pada kenyataan semu, di mana sesuatu yang tampak nyata, tetapi kehilangan substansi kemanusiaannya,” ungkap Dr. Mantovanny kepada VoxNtt.com, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, relasi sosial di era digital sering dikurasi agar terlihat ideal, namun tidak selalu mencerminkan kehadiran, empati, dan pelayanan yang nyata di tengah masyarakat.
Berangkat dari pandangan tersebut, Mantovanny menilai sosok Boni Siregar sebagai antitesis dari hiperrealitas.
Menurut dia, pengabdian Boni dibangun melalui kerja nyata, kesetiaan panjang, dan pelayanan tulus bagi masyarakat Manggarai Timur.
“Sosok birokrat berdarah Batak yang memilih mengabdi di Tanah Congkasae ini dinilai memperlihatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu tampil gemerlap, tetapi bekerja dalam diam dan meninggalkan dampak nyata,” kata Mantovanny.
Ia mengatakan, bedah buku itu juga menjadi penghormatan moral bahwa pengabdian sejati bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk hadir, melayani, dan memberi makna bagi sesama.
Selain Mantovanny, kegiatan tersebut juga menghadirkan Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur sebagai pembedah buku. Acara dihadiri guru, kepala sekolah, siswa peserta expo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta anggota DPRD Manggarai Timur.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan apresiasi terhadap pengabdian panjang Boni Siregar dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pelayanan publik dan pendidikan.
Penulis: Isno Baco

