Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Terkini

Resmi Jabat Kasat Lantas Manggarai, IPTU Alfathan Siap Hadapi Tantangan Lalu Lintas

11 Mei 2026

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

11 Mei 2026

Meski Ada Perdamaian, Kepala Desa Golo Mori Kembali Diperiksa Polda NTT

10 Mei 2026

Gelapkan Uang Wisatawan hingga Puluhan Juta, Pemilik Agen Travel di Labuan Bajo Ditetapkan Jadi Tersangka

10 Mei 2026

Tritunggal Mahakudus yang Merajut Trikebajikan Ilahi dan Trikebijaksaan

10 Mei 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur
Pendidikan NTT

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

By Redaksi11 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dr. Mantovanny Tapung, saat mengikuti Bedah Buku puncak kegiatan Expo Pendidikan V di Kabupaten Manggarai Timur (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Puncak kegiatan Expo Pendidikan V Kabupaten Manggarai Timur di Lapangan Depan Pertamina Borong, Sabtu, 1 Mei 2026, diisi dengan bedah buku berjudul Gigih Sebuah Catatan Pengabdian karya Ir. Boni Husadungan Siregar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama expo pendidikan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas dedikasi Boni Siregar menjelang masa purna tugasnya beberapa bulan mendatang.

Dalam sesi ulasan buku, Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Mantovanny Tapung mengangkat tema “Fenomena Hiperrealitas vs Pengabdian sebagai Panggilan Hati”.

Ia menyoroti tantangan zaman modern melalui perspektif pemikiran filsuf Jean Baudrillard tentang simulacra, yakni kondisi ketika representasi dianggap lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri.

Menurut Mantovanny, masyarakat saat ini hidup dalam pusaran hiperrealitas yang tampak saling terhubung dan harmonis, tetapi kerap kehilangan makna pengabdian yang sesungguhnya.

“Di tengah budaya pencitraan dan viralitas, kita sering terjebak pada kenyataan semu, di mana sesuatu yang tampak nyata, tetapi kehilangan substansi kemanusiaannya,” ungkap Dr. Mantovanny kepada VoxNtt.com, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, relasi sosial di era digital sering dikurasi agar terlihat ideal, namun tidak selalu mencerminkan kehadiran, empati, dan pelayanan yang nyata di tengah masyarakat.

Berangkat dari pandangan tersebut, Mantovanny menilai sosok Boni Siregar sebagai antitesis dari hiperrealitas.

Menurut dia, pengabdian Boni dibangun melalui kerja nyata, kesetiaan panjang, dan pelayanan tulus bagi masyarakat Manggarai Timur.

“Sosok birokrat berdarah Batak yang memilih mengabdi di Tanah Congkasae ini dinilai memperlihatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu tampil gemerlap, tetapi bekerja dalam diam dan meninggalkan dampak nyata,” kata Mantovanny.

Ia mengatakan, bedah buku itu juga menjadi penghormatan moral bahwa pengabdian sejati bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk hadir, melayani, dan memberi makna bagi sesama.

Selain Mantovanny, kegiatan tersebut juga menghadirkan Rektor Unika St. Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur sebagai pembedah buku. Acara dihadiri guru, kepala sekolah, siswa peserta expo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta anggota DPRD Manggarai Timur.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan apresiasi terhadap pengabdian panjang Boni Siregar dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pelayanan publik dan pendidikan.

Penulis: Isno Baco

Manggarai Timur Manto Tapung Mantovanny Tapung Matim Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleMeski Ada Perdamaian, Kepala Desa Golo Mori Kembali Diperiksa Polda NTT
Next Article Resmi Jabat Kasat Lantas Manggarai, IPTU Alfathan Siap Hadapi Tantangan Lalu Lintas

Related Posts

Pengusaha Minta Penertiban Tambang Ilegal, Dinas ESDM NTT Janji Pembenahan Bertahap

6 Mei 2026

Pelajar SD yang Tenggelam di Rana Mese Ditemukan Meninggal Dunia

6 Mei 2026

Peringati Hardiknas, Ikammat NTT Mataram Bahas Mutu Pendidikan

5 Mei 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.