Ratusan lilin dinyalakan dalam bentuk tulisan Sri Lanka
alterntif text

Borong, Vox NTT-Ratusan lilin dinyalakan di tengah lapangan SMAK Pancasila Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, Selasa (23/04/2019) malam.

Lilin yang dinyalakan itu disusun dengan tulisan NKRI dan Sri Lanka.

Terpantau, para pelajar SMAK Pancasila dan Orang Muda Katolik (OMK) Borong tampak mengitari tulisan itu sembari memegang lilin.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian Negara Sri Lanka akan masa depan Negara kita ini, kita hendak menjunjung tinggi perdamaian dan kesatuan Negara kita ini,” ujar Pastor Hermen Sanusi saat membuka kegiatan malam itu.

“Seringkali kita mendengar NKRI harga mati dan malam ini kita sekali lagi mau menyatakan kecintaan kita pada NKRI,” sambung Kepala SMAK Pancaslia itu.

Ia pun mengajak semua masyarakat atau warga Negara untuk hidup berdamai. Karena itu salah satu pesan untama dari kegiatan tersebut, kata dia, adalah perdamaian bangsa Indonesia.

Ratusan lilin dinyalakan dalam bentuk tulisan NKRI

Pastor Hermen mengatakan, selain untuk NKRI kegiatan itu juga sebagai bentuk kepedulian untuk para korban bom di Sri Lanka.

“Untuk itu kita berdoa secara khusus untuk saudara-saudara kita di Sri Lanka, kurang lebih 300 orang yang menjadi korban keganasan teroris,” imbuhnya.

Kegiatan bakar lilin ini sebagai satu bentuk solidaritas kepada para korban.

Untuk diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi saat umat katolik sedang mengikuti misa paskah di tiga gereja di Sri Lanka pada 21 April 2019 lalu, sekitar pukul 08.45 waktu setempat.

Ketiga gereja tersebut, masing-masing, gereja St Anthony, gereja St Sebastian dan gereja Sion.

Gereja St Anthony terletak di Kolombo. Gereja St Sebastian terletak di Negombo, sebuah kota dengan penduduk mayoritas katolik di utara Kolombo. Dan, gereja Sion terletak di Kota Batticaloa di bagian timur.

Serangan bom secara bersamaan juga terjadi di tiga hotel mewah. Ketiga hotel yang berada di Kolombo itu, masing-masing, Shangri-La, Cinnamon Grand, dan Kingsbury.

Di depan rutusan pelajar, Pastor Hermen juga mengingatkan generasi milenial adalah masa depan bangsa. Karena itu, semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Ketua OMK Paroki Borong Ewantus Pranda mengatakan, gejolak yang dihadapi bangsa saat ini sangat diperlukan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian.

“Saat ini bangsa kita sedang gejolak, apalagi dengan situasi politik saat ini, oleh karena itu sangat diperlukan semangat solidaritas dan cinta kita pada NKRI,” ucapnya.

Ewantus berharap kaum muda harus menjadi pelopor perdamaian bagi bangsa Indonesia. Sebab apabila tidak, maka masa depan bangsa Indonesia akan hancur.

“Satukan niat untuk bangun Indonesia yang kita cintai,” harapnya.

Setelah memberikan sambutan para pelajar itu kemudian mengikrarkan perdamian bangsa Indonesia.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba