Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pendopo Kuliner di Labuan Bajo Harus Ditata Kembali
Ekbis

Pendopo Kuliner di Labuan Bajo Harus Ditata Kembali

By Redaksi26 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah pengunjung hendak makan di salah satu stan di Pendopo Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) diminta menata kembali Pendopo, lokasi kuliner di Labuan Bajo.

Permintaan ini disampaikan oleh salah satu pedagang yang tidak mau namanya disebutkan saat ditemui VoxNtt.com di stan miliknya yang berlokasi di tempat kuliner Labuan Bajo, Jumat (26/04/2019).

Dia menjelaskan, sudah sejak 2013 ia berjualan di Pendopo dengan membayar stan Rp 60.000 perbulan ke Dinas Perindakop Mabar.

“Namun sejak tahun 2019 kami bayar biaya stan Rp 100.000 per bulan,” ungkap pedagang tersebut.

Agustinus Umar salah satu pengunjung Pendopo tersebut kepada VoxNtt.com mengaku sangat setuju jika Pendopo lokasi kuliner di Labuan Bajo ditata kembali.

“Tempat ini ramai dikunjungi oleh masyarakat yang hendak makan dari pagi, siang dan malam. Saya harap Pemda bisa menata kembali tempat ini agar kami bisa lebih nyaman makannya,” ujar Umar.

Pantauan VoxNtt.com, ada sekitar 25 stan yang berada di Pendopo Labuan Bajo. Semua stan berjualan makanan, minuman seperti kopi, kopi susu, dan teh.

Di area Pendopo belum memiliki saluran untuk pembuangan air. Banyak pengunjung yang ingin makan di Pendopo tersebut baik pagi, siang maupun malam hari.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis Kepala Dinas Perindakop Mabar belum berhasil dikonfirmasi terkait permintaan penataan Pendopo tersebut.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Manggarai Barat
Previous ArticleLantik Pengurus Karang Taruna, Bupati Agas: Harus Jadi Model
Next Article Logistik PSU Sudah Didistribusikan untuk Dua TPS di Mabar

Related Posts

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.