Para peserta Karang Taruna tingkat Kabupaten Manggarai Timur (Foto: Humas dan Protokol Setda Matim)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan pengurus Karang Taruna tingkat kabupaten itu harus menjadi model.

Hal itu disampaikan bupati Agas dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Dinsos Matim, Wihelmus Deo pada kegiatan Pembentukan dan Pelantikan Karang Taruna Tingkat Kabupaten Manggarai Timur periode 2019-2024 di Aula Sekda Matim, Jumat (26/04/2019).

“Forum pengurus tingkat kabupaten harus menjadi model dan contoh bagi karang taruna dalam mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Bupati Agas juga mengatakan, keberadaan forum Karang Taruna di tingkat kabupaten harus mampu mengadvokasi, membimbing dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan organisasi Karang Taruna di tingkat desa atau kelurahan.

“Karang Taruna harus dikelola secara produktif, sebab di dalamnya terdapat usia produktif sehingga perlu wadah yang tepat,” katanya.

Dijelaskan, keberadaan Karang Taruna sebagai organisasi sosial, akan menjadi wadah bagi generasi muda untuk melakukan aktivitas kepemudaan, serta menjadi mitra pemerintah daerah.

Hal itu kata dia, karena Karang Taruna sebagai salah satu potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang memiliki tugas bersama dengan pemerintah serta masyarakat untuk melakukan pembinaan generasi muda dengan mengandalkan kemandirian dan kekuatan lokal setempat.

“Untuk mendukung tugas itu maka perlu adanya upaya pemberdayaan Karang Taruna secara terencana, sistematis dan berkesinambungan,” tukasnya.

Oleh karena itu, mantan wakil Bupati Matim dua periode itu berharap, para pengurus yang terpilih harus memiliki kemampuan sosial yang tinggi serta mampu mengembangkan usaha ekonomi produktif dan mandiri.

“Seluruh anggota lebih aktif menjalankan program-program yang ditetapkan dan diharapkan bekerja secara kredibel dan memiliki manajemen yang baik,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba