Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Ini Kata Gubernur Viktor terkait Wisata Halal, Konflik Perbatasan hingga Miras
Ekbis

Ini Kata Gubernur Viktor terkait Wisata Halal, Konflik Perbatasan hingga Miras

By Redaksi3 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat saat mengunjungi Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (03/05/2019) (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menanggapi pertanyaan sejumlah awak media terkait wisata halal, konflik perbatasan hingga minuman keras (miras).

“Mana ada wisata di NTT pakai halal. Lalu nanti yang haram yang mana?. Kalau ada wisata halal, berarti yang lain haram dong,” ucapnya di sela-sela kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jumat (03/05/2019).

Orang nomor satu di NTT itu juga menjelaskan, dalam pariwisata itu ilmunya tidak ada halal. Ada segmen yang karena alasan kesehatan dan alasan keyakinan mereka lebih baik berada pada komunitas-komunitas tertentu.

“Itu segementasi,” ujar Gubernur Viktor.

Menurutnya, dalam pariwisata klaster yang dikenalkan itu adalah klaster sosial.

“Ada the luxe tourism, ada middle class tourism dan social class tourism. Dan class social itu ada back packer, middle class itu yang menengah dan the luxe itu yang bintang lima. Itu clasternya,” jelas Gubernur Viktor.

Terkait wacana pelabelan halal itu, menurutnya hanya akan menjadi pemicu keributan.

“Halal itu nanti bikin ribut nanti orang badan otoritasnya tidak jelas ngapain gitu itu sama gubernur ditolak ko,” imbuhnya.

Selain wisata halal, Gubernur juga menanggapi persoalan perbatasan antara Kabupaten Matim dan Ngada.

“Pasti bereslah. Karena nanti kita duduk bersama dengan dengan berbagai tokoh,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga Gubernur Viktor mengaku saat ini pihaknya tengah mengeluarkan peraturan daerah (Perda) terkait minuman keras (Miras) yang sedang digagas oleh pemerintah provinsi (Pemprov).

“Jadi pertama, usia di bawah 21 tahun dilarang mengonsumsi minuman keras, kedua distribusinya tidak boleh di tempat-tempat umum, harus di tempat-tempat yang khusus,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleRapat Pleno di KPU Mabar Diwarnai Berapa Kali Skorsing
Next Article Usulan Buka Kotak Suara Ditolak, Para Saksi Parpol di Ende Ancam Walk Out

Related Posts

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.